Langkah Membuat Bisnis Franchise

Langkah Membuat Bisnis Franchise

Pada tahun 2000-an, terdapat angin segar bagi pelaku usaha. Krisis ekonomi tahun 1997 – 1998 menciptakan pengusaha-pengusaha baru yang kreatif. Pengusaha mengembangkan bisnisnya dengan sistem franchise, sehingga dalam waktu singkat bisnisnya berkembang biak dan mendatangkan keuntungan yang luar biasa besar.

Keberhasilan para pelaku bisnis franchise lokal  menarik minat para pelaku bisnis lainnya. Tahun 2009, masih terbuka kemungkinan untuk mengembangkan usaha dengan sistem franchise. Apalagi terdapat pasar potensial berupa para korban PHK akibat krisis finansial global tahun 2008. Para korban PHK akan banting stir menjadi pengusaha dengan modal pesangonnya karena tiadanya jaminan mereka dapat bekerja lagi dari pemerintah.

Jika saat ini sudah memiliki usaha atau bisnis tertentu dapat mempersiapkan diri untuk menyambut pasar potensial. Caranya mempersiapkan supaya bisnis tersebut siap untuk difranchisekan. 9 langkah sederhana untuk membuat bisnis franchise:

  1. Membuat Ciri Khas Usaha. Membuat usaha atau bisnis yang memiliki jati diri. Bisnis yang memiliki jati diri tersebut merupakan bisnis yang memiliki ciri khas atau daya pembeda dibandingkan dengan bisnis lain. Mengeluarkan produk ayam goreng yang digoreng dengan menggunakan minyak goreng sudah biasa dilakukan. Mungkin lebih baik mengeluarkan produk ayam goreng yang digoreng dengan pasir.
  2. Membuat Standar Operasi Baku. Supaya dapat dikembangbiakkan dimana-mana dalam waktu cepat, pengusaha harus memiliki standar operasi baku. Kelemahan mayoritas pengusaha UKM adalah membuat standar operasi. Membuat standar operasi baku tidak sulit. Asalkan memahami prosesnya dan mau menuliskan proses itu diatas kertas, jadilah standar operasi baku dalam bentuk yang paling sederhana. Selebihnya tinggal mengemas standar operasi baku itu dalam bentuk buku (bisa minta bantuan kepada penulis atau penyusun sistem).
  3. Membuat Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI). Salah satu kelemahan pengusaha UKM adalah jarang yang memproteksi hak intelektualnya, baik karena faktor ketidaktahuan maupun anggapan bahwa mengurus HAKi itu mahal dan ribet karena berkaitan dengan birokrasi. Padahal bisnis franchise tersebut yang diperjualbelikan merupakan HAKI-nya. Segera mendaftarkan merek, paten, hak cipta, disain industri pada Ditjen HAKI Depkumham. Biayanya lumayan terjangkau. Minta bantuan pada konsultan HAKI yang ada di tiap perguruan tinggi.
  4. Membuat Cara Duplikasi Yang Mudah & Praktis. Salah satu kunci supaya bisnis mudah dikembangbiakkan merupakan cara duplikasi yang mudah dan praktis. Menyusun cara supaya orang lain tidak mampu menduplikasi usaha secara mudah. Sistem duplikasi biasanya terangkum dalam sistem training. Cara membuatnya mudah menuliskan bagaimana cara orang lain mampu melakukan bisnis secara cepat dan tepat.
  5. Membuat Keuntungan Yang Bertumbuh. Bisnis tidak layak dikembangbiakkan jika masih merugi, sehingga satu-satunya cara supaya bisnis tersebut layak dikembangbiakkan dengan membuat keuntungan yang bertumbuh. Keuntungan bertumbuh didapat jika dalam jangka waktu tertentu bisnis memiliki kecenderungan mencetak untung terus menerus. Oleh karena itu, jangan segan-segan menetapkan target pendapatan, upayakan selalu pencapaian target tersebut, dan selalu naikkan target untuk periode waktu selanjutnya. Usahakan bisnis tidak mengalami kerugian.
  6. Membuat Supporting Management Yang Berkelanjutan. Salah satu kewajiban franchisor yang sangat penting dalam mengembangbiakkan usahanya yaitu memberikan supporting management berkelanjutan selama masa kontrak kepada para franchisee-nya. Begitu usahanya mulai berkembang, segera benahi internal perusahaan. Menggunakan organisasi bisnis yang profesional untuk menangani usaha. Meningkatkan ketrampilan supaya dapat memberikan supporting management yang dibutuhkan oleh para franchisee.
  7. Membuat Prospektus Bisnis. Jika pada bisnis konvensional terbiasa menjual jasa atau barang, maka pada bisnis franchise kita menjual bisnisnya. Diperlukan lebih dari sekedar brosur. Memerlukan prospektus bisnis supaya calon mitra bisnis kita mampu melihat prospek cerah bisnis tersebut. Cara membuatnya hampir sama dengan membuat proposal bisnis, hanya saja dalam prospektus bisnis biasanya dilampiri dengan laporan keuangan selama beberapa periode tertentu yang menunjukkan perusahaan untung. Jika tidak mampu menyusun sendiri prospektus bisnis, dapat menggunakan jasa konsultan dengan biaya terjangkau.
  8. Membuat Perjanjian Franchise. Indonesia menganut sistem kebebasan berkontrak. Pengusaha bebas membuat dan menyusun perjanjian kerjasama bisnis. Membuat perjanjian franchise sama seperti membuat perjanjian kerjasama biasa. Dalam perjanjian franchise ada beberapa hal yang khusus diatur, yakni apa jenis HAKI yang di-franchise-kan, apa saja kegiatan usahanya, bagaimana supporting management dilakukan, mana saja wilayah usaha yang diperjanjikan, bagaimana tata cara pembayaran biaya franchise, serta bagaimana kepemilikan, perubahan kepemilikan dan hak ahli waris jika franchisee meninggal dunia sebelum kontrak franchise berakhir.
  9. Membuat Badan Usaha atau Badan Hukum. Bisnis franchise kompleks sehingga membutuhkan organisasi bisnis dalam bentuk badan usaha atau badan hukum. Bentuklah badan usaha atau badan hukum ini. Bisa dalam bentuk CV atau PT. Pengusaha tidak dapat lagi menjalankan bisnis secara perorangan jika ingin difranchisekan.
Source langkah membuat usaha waralaba 9 langkah
Comments
Loading...