Tips Kiat Bersaing Sesama Waralaba

Kiat Bersaing Sesama Waralaba

 

  1. Mentukan harga sedikit lebih rendah dari harga pesaing terdekat agar pelanggan dan calon pelanggan masih bersedia membayar. Tetapi, memastikan masih bisa mendapatkan keuntungan pada saat menjualnya.
  2. Melakukan promosi yang berbeda dari produk saingan. Misalnya, jika Perusahaan menetapkan saingan “Buy 1 Get 1 Free”, maka bisa mencoba “Beli 2 pcs produk diskon 50%” yang penting usaha yang dimiliki masih tetap mendapatkan keuntungan (tidak merugi).
  3. Membuat promosi semenarik mungkin, sehingga konsumen/pelanggan akan lebih memilih berbelanja di toko.
  4. Memilih lokasi yang strategis, seperti lokasi yang sering dilalui orang atau lokasi yang khusus digunakan sebagai tempat berbelanja.
  5. Melakukan Inovasi Produk. Inovasi sangatlah perlu untuk dilakukan, apalagi kalau produk yang ditawarkan merupakan produk yang sudah tidak asing di pasaran. Melakukan inovasi tidaklah harus merubah bentuk atau kekhasan produk itu sendiri. Melakukan inovasi merupakan memberikan sedikit nilai tambah baik itu dari segi manfaat, penampilan, harga dan kemudahan. Misalny sebagai seorang pengusaha makanan dalam hal ini menjual makanan berupa kebab, pengusaha tersebut melakukan inovasi kebab dengan menggunakan jamur tiram sebagai daging pengganti dengan ukuran kebab yang lebih kecil sehingga hanya memerlukan sedikit biaya untuk bahan baku.
  6. Memberikan Harga yang bersaing dan masuk akal. Sering kali produk serupa dengan kualitas yang sama akan mengalami persaingan harga yang ketat. Yang perlu dilakukan adalah memberikan harga sedikit lebih murah namun tetap dalam batas kewajaran sehingga tidak berdampak pada keraguan konsumen untuk membeli barang yang ditawarakan, karena sering kali konsumen beranggapan bahwa produk dengan harga jauh lebih murah memiliki kualitas yang lebih jelek. Untuk melakukan strategi persaingan harga juga perlu memperhatikan prilaku para konsumen. Apakah konsumen memprioritaskan harga produk sebagai tolak ukurnya dalam mengambil keputusan untuk membeli produk, atau konsumen malah lebih memperhatikan kualitas sebagai tolak ukur keputusan untuk membeli. Jadi antara harga dan kualitas tetaplah harus menyesuaikan dengan kondisi konsumen di pasaran.
  7. Jangan terpengaruh oleh aktivitas pesaing. Sebagai pelaku usaha yang memiliki banyak persaingan. Sering kali mengeluh apabila pesaing tengah ramai sedangakan usaha yang dimiliki sepi-sepi. Sering kali menuduh yang tidak-tidak kepada pesaing. Daripada sibuk memikirkan apa yang dilakukan oleh pesiang sehigga dagangannya laku, lebih baik memikirkan usaha yang dimiliki, bagaimana caranya agar penjualannya dapat meningkat. Pikirkan strategi yang dapat menjadi magnet untuk para konsumen datang dan beralih ke tempat usaha yang dimiliki.
  8. Mengikuti perkembangan teknologi. Seiring dengan perkembangan teknologi, saat ini banyak bisnis yang dilakukan secara online, karena selain mudah dilakukan dan mudah diakses, bisnis secara online dapat menambah jumlah konsumen lebih banyak.
  9. Menonjolkan keunggulan dan keunikan dari produk yang ditawarkan. Setiap produk yang ditawarkan pasti memiliki keunggulannya. Keunggulan dari produk yang kemungkinan besar dimiliki oleh produk pesaing. Menonjolkan keunggulan dan keunikan yang dimiliki oleh produk agar konsumen lebih tertarik untuk membelinya.
  10. Menjaga loyalitas konsumen. Untuk menjaga loyalitas konsumen, harus memberikan hal terbaik kepada konsumen, baik dari kualitas produk, ketersediaan produk, kemudahan konsumen untuk mendapatkan produk, hingga mendengarkan keluhan konsumen akan kekurangan yang ada pada produk. Dengan begitu konsumen akan lebih merasa dihargai. Untuk menjaga loyalitas konsumen juga bisa menggunakan teknologi yang ada seperti social media. Menggunakan facebook, twitter, ataupun social media lainnya yang memungkinkan untuk digunakan. Dengan begitu maka konsumen akan lebih mengetahui info tentang produk yang ditawarkan dari mulai spesifikasi, harga, maupun tempat penjualan.
  11. Lebih exist dalam branding. Produk yang ditawarkan sebaiknya tidak idealis sehingga dapat masuk ke semua segmen. Mengusahakan agar konsumen merasa lebih dekat dan familiar dengan produk yang ditawarkan. Konsumen sering melihat dan mengucapkan produk. Maka, produk menjadi lebih bersahabat dengan konsumen daripada produk pesaing.
Source kiat menghadapi persaingan cara menghadapi persaingan
Comments
Loading...