Mengenal Berbagai Usaha Waralaba

Mengenal Berbagai Usaha Waralaba

Pengertian Waralaba secara umum dapat diartikan sebagai pengaturan bisnis yang pemilik perusahaan (pewaralaba atau franchisor) member/menjual hak kepada pihak pembeli atau penerima hak (terwaralaba atau franchisee) untuk menjual produk dan/atau jasa perusahaan pewaralaba tersebut dengan peraturan dan syarat-syarat lain yang telah ditetapkan oleh pewaralaba.

Waralaba merupakan suatu strategi system, format bisnis, dan pemasaran yang bertujuan untuk mengembangkan jaringan usaha untuk mengemas suatu prosuk atau jasa. Waralaba juga dapat diartikan sebagai suatu usaha yang bertujuan untuk memenuhi keinginan atau kebutuhan konsumen yang lebih luas.

Menurut Longenecker, dkk., 2005, Franchising adalah suatu system pemasaran yang melibatkan kedua belah pihak yang terikat perjanjian, sehingga usaha waralaba harus dijalankan sesuai dengan aturan dari pewaralaba.

Beberapa istilah dalam usaha waralaba:

  1.  Franchise contract, adalah perjanjian hokum antara pewaralaba dan terwaralaba.
  2. Franchise, adalah hak-hak istimewa yang diatur dalam perjanjian waralaba.
  3. Franchisee (terwaralaba), adalah pihak yang mendapatkan hak untuk menjalankan usaha waralaba yang kekuasaannya dibatasi berdasarkan perjanjian dengan pewaralaba.
  4. Franchisor (pewaralaba), adalah pihak yang memiliki bisnis dan menjual hak waralaba kepada terwaralaba.

 Jenis-jenis waralaba menurut Longenecker, (2005) sebagai berikut

  1. Waralaba nama dagang dan produk (product and trade name franchise). Bantuan-bantuan hak menggunakan/menjual nama dagang dan produk yang telah dikenal luas.
  2. Waralaba unit tunggal (single unit franchise). Waralaba jenis ini adalah waralaba paling sederhana dan paling banyak digunakan karena kemudahannya. Pewaralaba memberikan prosedur yang telah ditetapkan sebelumnya. Terwaralaba hanya diperkenankan untuk menjalankan usahanya di sebuah gerai yang telah disepakati.
  3. Waralaba format bisnis (business format franchise). Menyediakan seluruh system pemasaran dan petunjuk yang terus-menerus dari pewaralaba.
  4. Waralaba dukung mendukung (piggyback franchising). Operasi suatu waralaba ritel dalam fasilitas fisik/ bangunan toko terwaralaba.
  5. Waralaba pemegang lisensi pemilik (master licensee). Perusahaan independen atau individu yang bertindak sebagai agen penjualan produk dengan tanggungjawab untuk menemukan terwaralaba baru dengan batasan suatu territorial khusus. Format master franchise memberikan hak kepada pemegangnya untuk menjalankan usahanya di sebuah territorial ataupun sebuah system, dan bukan hanya membuka usaha, pemegang hak dapat menjual lisensi kepada sub-waralaba dengan ketentuan yang telah disepakati kedua belah pihak.
  6. Waralaba kepemilikan multiunit/kelipatan (multiple-unit ownership). Mengangkat penerima hak (terwaralaba) tunggal untuk memiliki lebih dari satu gerai waralaba atau dapat membuka beberapa gerai dari perusahaan yang sama.
  7. Waralaba pengembang wilayah (area developers). Perorangan atau perusahaan yang memperoleh hak untuk membuka beberapa gerai waralaba dalam wilayah yang telah ditentukan. Pada waralaba jenis ini, terwaralaba memperoleh hak untuk menjalankan usahanya dalam sebuah territorial tertentu, misalkan pada sebuah propinsi atau kota, dengan jumlah cabang yang lebih dari satu gerai.
Source jenis-jenis waralaba pengertian waralaba jenis-jenis usaha waralaba
Comments
Loading...