AFI Ajak Pebisnis Waralaba Perluas Pasar

AFI Ajak Pebisnis Waralaba Perluas Pasar

Sebanyak 150 perusahaan dengan 350 merk meramaikan pameran peluang usaha dan waralaba, International Franchise, License & Business Concept Expo & Conference (IFRA) 2017 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta.

Dibuka sejak Jumat (19/5) IFRA 2017 akan berlangsung selama tiga hari hingga Minggu (21/5/2017). Pameran yang dibuka oleh Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Tjahya Widayanti dan Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran, Kementerian Koperasi dan UKM, I Wayan Dipta itu mengusung tema “Take A Chance To Become An Entrepreneur”.

Pameran ini memiliki dua tujuan yaitu bagaimana menyosialisasikan sistem waralaba kepada masyarakat, serta meningkatkan jangkauan pasar bagi pelaku bisnis waralaba. Anang menyebut bahwa praktik bisnis waralaba adalah penerapan ekonomi kerakyatan, karena waralaba ini dilakukan oleh orang banyak dan untuk orang banyak.

Kategori waralaba yang bisa digeluti ada lebih dari 100

  1. Kategori makanan dan minuman. Bukan hanya di Indonesia, waralaba Amerika, Australia, Jepang, hingga Korea lebih dari 50 persen adalah di bidang makanan dan minuman.
  2. Kategori edukasi seperti kursus bahasa dan bimbingan belajar.
  3. Kategori retail seperti minimarket, toko roti, dan apotek.
  4. Salon dan spa.
  5. Jasa cleaning service dan binatu.
  6. Jasa distribusi baik tradisional maupun lewat aplikasi IT. Ketujuh bidang agro dan pertanian.
  7. Kategori lainnya adalah hiburan, usaha perbengkelan kendaraan bermotor, serta kategori properti seperti rumah penginapan, maupun perhotelan.

Di Indonesia, kini, terdapat sekitar 700 usaha waralaba. Jumlah gerainya nyaris mencapai 25.000 gerai di seluruh Indonesia dengan serapan tenaga kerja mencapai lebih dari 90.000 orang. Nilai transaksi industri waralaba yang dibukukan pada 2015 mencapai Rp 172 triliun dengan potensi kenaikan mencapai 10-15 persen per tahun.

Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran, Kementerian Koperasi dan UKM, I Wayan Dipta mengatakan bahwa waralaba adalah salah satu cara mengangkat atau mempromosikan usaha kecil dan menengah. Menurut I Wayan Dipta, jumlah pelaku UKM di Indonesia paling besar di ASEAN, angkanya mencapai sekitar 59 juta dan memberikan kontribusi PDB hingga 59,7 persen.

Data BPS menunjukkan bahwa yang bergerak di bidang non pertanian jumlahnya sekitar 26,7 juta. Sementara di Malaysia jumlahnya tidak lebih dari 600.000. I Wayan menyatakan bahwa banyak potensi waralaba yang bisa dikembangkan.

Omzet dua minimarket asal Indonesia saja tahun laluencapai Rp 219 triliun. Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan RI, Tjahya Widayanti mengatakan bahwa pada 2016 lalu, IFRA mencetak potensi transaksi Rp485 miliar dengan 14 ribu pengunjung.

Saat ini, pelaku bisnis waralaba juga diminta terlibat untum menjaga stabilisasi harga bahan pangan pokok yaitu dengan cara menjual bahan pokok sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan untuk komoditi gula pasir dan minyak goreng.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, IFRA 2017 yang diselenggarakan bekerjasama dengan Dyandra Promosindo, mendapatkan dukungan dari Kementerian Perdagangan; Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah; Franchising and Licensing Association (FLA) Singapura; Malaysia Franchise Association (MFA); dan Philippines Franchise Association (PFA).

Source http://wartakota.tribunnews.com/ http://wartakota.tribunnews.com/2017/05/19/afi-ajak-pebisnis-waralaba-perluas-pasar
Comments
Loading...