Peluang Usaha Jasa Kurir SAP Express

Peluang Usaha Jasa Kurir SAP Express

Usaha jasa pengiriman (kurir) bukan hal baru bagi Budiyanto Darmastono. Budi selama 18 tahun sukses mengembangkan salah satu perusahaan kurir. Merasa jenuh dan ingin mencari tantangan baru di usaha lain, Budi memutuskan untuk menjual perusahaan kurir yang telah ia besarkan dan beralih ke usaha properti. Baru 2 tahun menggeluti usaha properti, Budi memutuskan untuk kembali menekuni usaha jasa kurir.

Semakin berkembangnya bisnis e-commerce di Indonesia menjadi angin segar bagi pelaku usaha jasa kurir. Tidak heran bila Budi memilih untuk meninggalkan bisnis properti dan kembali terjun ke usaha jasa kurir. Saat itu ada salah satu mantan karyawannya yang memintanya mendirikan usaha jasa kurir, dan setelah dilihat ternyata prospek usaha jasa kurir akan semakin cerah ke depannya.

Tak ingin main-main dengan usahanya, Budi mengucurkan modal sebesar Rp 30 miliar yang digunakan untuk membangun kantor, gudang penyimpanan, hingga membeli kendaraan operasional. Setelah semua persiapan rampung, Budi resmi membuka usaha jasa kurir miliknya dengan merek dagang Satria Antaran Prima (SAP) Express pada September 2014 di Pancoran, Jakarta Selatan.

Berbekal pengalaman mengembangkan usaha jasa kurir sebelumnya yang mengusung kerja sama keagenan, Budi juga membuka kerja sama keagenan SAP Express. Soal perizinan Budi menjamin SAP Express telah memiliki semua perizinan yang dibutuhkan dan berada di bawah naungan PT Satria Antaran Prima. Meski baru setahun beroperasi namun SAP Express telah memiliki 49 cabang dan 580 agen yang tersebar hampir di seluruh kota di Indonesia. Target SAP Express sampai akhir tahun ini ada 1000 agen.

SAP Express menawarkan dan mimiliki berbagai kelebihan dibanding jasa kurir lainnya, salah satunya ialah tarif yang murah. Ditengah harga bahan bakar minyak yang fluktuatif banyak, pelaku usaha jasa kurir menaikkan tarif, maka Budi coba menggebrak pasar dengan memberikan tarif yang terjangkau, misalnya saja untuk pengiriman paket area Jabodetabek dikenakan tarif sebesar Rp 7 ribu/kg. menariknya pelanggan bisa membayar ongkos pengiriman ketika barang sampai di tempat (cash on delivery).

Tidak hanya itu SAP Express juga memberikan layanan pick up order ke tempat pelanggan dengan minimal pengiriman. Budi menambahkan semua barang atau paket yang dikirim melalui SAP Express mendapatkan garansi penggantian jika barang hilang atau mengalami kerusakan saat proses pengiriman berupa uang senilai harga barang tersebut. SAP Express sangat memperhatikan pelayanan kepada pelanggan, jika barang yang hendak dikirim membutuhkan perlakuan khusus maka akan kita packing ulang agar tidak mengalami kerusakan.

Sebagai terobosan dari usaha sebelumnya, Budi juga mengembangkan aplikasi berbasis android yang memudahkan pelanggan untuk melacak posisi barang kirimannya. Dengan aplikasi tersebut pelanggan bisa langsung memantau posisi kirimannya langsung dari ponsel secara real time. Selain jasa pengiriman barang baik dalam dan luar negeri, SAP Express juga menawarkan jasa penyimpanan dan pendistribusian barang, hingga loket pembayaran PLN Telkom, PDAM, Tiket Angsuran, Pulsa dan lainnya atau yang dikenal dengan PPOB.

Dengan berbagai kelebihan tersebut maka wajar jika banyak e-commerce yang bekerja sama dengan SAP Express untuk pengiriman barang ke pelanggan. Dalam sehari Budi mengaku mampu mengirim barang hingga 10-12 ton/hari dengan omset mencapai Rp 6 miliar/bulan. Strategi pemasaran SAP Express memang menyasar corporate dan pelaku usaha e-commerce karena kuantitas pengiriman besar.

Peluang Bisnis Menjadi Mitra SAP Express

Ada 2 pilihan kerja sama yang ditawarkan yaitu Sub Agen dengan investasi sebesar Rp 2,5 juta, dan Agen sebesar Rp 5 juta. Bedanya adalah jika Sub Agen semua operasional dilakukan secara manual sedangkan Agen akan mendapatkan komputer, printer, dan timbangan. Selain itu agen juga dapat melayani pembayaran listrik, telepon, hingga cicilan kendaraan. Namun bila Sub Agen punya komputer dan koneksi internet bisa install payment point (PPOB).

Investasi tersebut belum termasuk sewa tempat dan berlaku untuk kontrak kerja sama selamanya. Dari kerja sama tersebut Sub Agen maupun agen akan mendapatkan komisi sebesar 25% dari omset. Tidak lupa agen akan mendapatkan pelatihan bagaimana memasarkan produk SAP Express ke corporate.

Mengingat investasi yang sangat terjangkau, Budi optimis agen dapat balik modal paling lama dalam 3 bulan. Bahkan menurut penuturan Budi, banyak agen dari SAP Express yang bisa balik modal dalam 1 bulan. Budi menyarankan agen membuka gerai di lokasi seperti pusat perbelanjaan, perkantoran, atau pemukiman padat penduduk. Budi menghimbau kepada agen untuk aktif melakukan kerja sama dengan corporate, kalau hanya menunggu pelanggan datang maka balik modal akan lama.

Kendala dan Promosi Usaha

Kendala yang kerap dihadapi agen adalah kurang aktif menjalin kerja sama dengan corporate. Padahal dengan melakukan kerja sama dengan corparate agen bisa mendapatkan omset yang besar dan stabil.

Meski telah memiliki ratusan mitra, Budi tetap gencar mempromosikan SAP Express baik untuk menjaring pelanggan maupun mitra. Promosi yang sering dilakukan Budi adalah dengan menyebar brosur, kanvasing ke perusahaan-perusahaan, iklan di media cetak hingga mengikuti pameran waralaba. 

Contoh Outlet SAP Express

Info Lebih Lanjut 

SAP Express
Jl. Pancoran Timur Raya No. 9, Jakarta Selatan
Tel; (021) 7992400
Web: http://2.sap-express.com/web.sap/

Source waralaba SAP Express Investasi Terjangkau
Comments
Loading...