Alfamart Rem Laju Ekspansi

Alfamart Rem Laju Ekspansi

Perusahaan ritel PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) mengerem laju ekspansi setelah mencatat kinerja yang kurang menggembirakan tahun lalu. Pada tahun ini, Alfamart mengalokasikan dana belanja modal sebesar Rp 2,3 triliun.

Baik untuk menambah gerai baru dan memperpanjang masa sewa dari toko-toko lama yang ada sekitar 1.000 unit. Jumlah ini lebih kecil dari realisasi belanja modal tahun sebelumnya yang mencapai Rp 2,6 triliun. Alfamart akan menambah jaringan toko dengan membuka 800 gerai baru pada tahun ini. Baik di Pulau Jawa maupun bagian timur Indonesia.

Padahal, tahun sebelumnya Alfamart membuka 1.100 gerai. Ekspansi di Asia Tenggara tetap berjalan, Alfamart akan menambah 150 toko baru di Filipina, dari 400 toko yang sudah ada saat ini. Menurut laporan keuangan perusahaan yang disampaikan dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), sepanjang tahun 2017 lalu.

Perusahaan berhasil mencatat laba bersih Rp 257,7 miliar, turun 53,5 persen dari Rp 553,8 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Padahal, pendapatan perusahaan naik menjadi Rp 61,46 triliun dari Rp 56,1 triliun. Turunnya laba diakibatkan oleh kenaikan beban pokok pendapatan menjadi Rp 49,4 triliun dari Rp 45,2 triliun.

Presiden Direktur PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, Hans Prawira, usai penandatanganan kerja sama dengan Standard Chartered Bank di Jakarta, Senin (2/4), mengatakan Alfamart hingga akhir Desember 2017 telah memiliki 13.477 jaringan toko di berbagai wilayah Indonesia.

Hingga akhir Desember 13.477 toko. Target tahun ini 800 toko, kalau tahun lalu pembukaan gerai 1.111 toko. Adapun dari 800 gerai baru yang akan dibuka, terdiri dari 150 toko waralaba dan 650 toko reguler. Hans menyebutkan lokasi gerai baru yang akan dibuka disesuaikan dengan letak pusat distribusi, yakni secara umum di Pulau Jawa dan sekitar 50 persen menyasar luar Pulau Jawa seperti Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi.

Pembukaan gerai di luar Pulau Jawa tersebut potensial dan terbukti mengangkat daya beli masyarakat. Perusahaan juga akan mengoptimalkan pusat distribusi yang cenderung belum dimanfaatkan. Meski jumlah pembukaan gerai baru pada tahun ini lebih sedikit dibandingkan 2017, perusahaan lebih selektif dalam menentukan lokasi gerai baru tersebut demi mempertimbangkan peningkatan laba.

Toko-toko di Filipina mencatatkan pertumbuhan dua digit. Perusahaan belum memutuskan akan ekspansi di negara lain selain di Filipina. Ekspansi luar negeri saat ini di Filipina. Alfamart sudah punya 400 toko, target tahun ini kurang lebih penambahannya 150 toko.

Alfa juga menargetkan bulan Ramadan dan Lebaran akan meningkatkan penjualan hingga 15 persen, atau lebih tinggi dari tahun lalu 12-13 persen. Ramadan dan Lebaran adalah momentum sekali dalam setahun bagi peritel FMCG (Fast Moving Consumer Goods) yang harus dipersiapkan sebaik-baiknya. Hans mengatakan, sejumlah stok dan produk-produk khas Ramadan sudah dipersiapkan.

Source http://www.beritasatu.com/ http://www.beritasatu.com/ekonomi/486410-lebih-selektif-alfamart-rem-laju-ekspansi.html
Comments
Loading...