Menjajal Kriukan Ayam Krispi Taiwan

Menjajal Kriukan Ayam Krispi Taiwan

Salah satu masakan ala Taiwan, ayam krispi digemari sejumlah konsumen. Rasa yang renyah, gurih plus taburan bumbu penyedap membuat makanan ini makin digandrungi pasar. Dianggap potensial, pemain baru terus bermunculan dan pemain lama melebarkan sayap lewat kemitraan. Seperti yang dilakoni Shi-Da yang berdiri sejak 2011.

Robin Widyono, Direktur Shi-Da mengaku bila sampai dengan akhir tahun ini akan ada sekitar tiga gerai mitra anyar di  Bandung dan Jakarta. Saat ini, total gerai mitra yang sudah buka ada 14 unit. Lokasinya pun tersebar dibeberapa kota seperti Medan, Jakarta, Purwokerto, dan Semarang. Sedangkan, untuk gerai pribadinya ada dua yang berada di ibukota.

Shi-Da diklaim menyajikan ayam goreng yang rasanya otentik dengan di Taiwan. Selain itu ada berbagai macam bumbu taburan yang menjadi ciri khas dari makanan ini. Yakni ada seaweed, original, mozarella, dan lainnya. Dengan ragam taburan tersebut, Shi-Da membanderol harga sekitar Rp 30.000 sampai Rp 48.000 per porsi.

Shi-Da menawarkan dua macam investasi.  Pertama,  investasi Rp 240 juta. Fasilitas yang didapatkan mitra adalah satu unit booth island, dekorasi, bahan baku, seluruh perlengkapan dapur, sistem, pelatihan, dan branding.

Kedua, investasi Rp 600 juta. Mitra akan mendapatkan seluruh perlengkapan dapur, bahan baku, deposit sewa lokasi, branding, pelatihan, renovasi, perlengkapan gerai (meja-kursi), dan lainnya. Paket ini butuh lokasi di areal 20 m² dan enam orang karyawan.

Nilai investasi sudah termasuk deposit sewa tempat karena kebanyakan gerai dibuka di mal. Manajemen mewajibkan seluruh mitra untuk mengambil bahan baku dari pusat. Tujuannya, untuk menjaga kualitas produk disetiap gerai cabang.

Berdasarkan perhitungan Robin, waktu balik modal yang dibutuhkan mitra sekitar 14 bulan. Dengan catatan, total penjualan mencapai Rp 120 juta – Rp 150 juta per bulan. Dikurangi biaya produksi dan operasional, margin usaha yang dapat dikantongi mitra sekitar 20% dari omzet per bulan.

Djoko Kurniawan, Konsultan Usaha menilai bisnis kuliner ayam masih bagus dan punya prospek. Karena masyarakat Indonesia sangat suka makan ayam. Para pebisnis tetap harus memperhatikan beberapa hal. Seperti tetap melakukan strategi pemasaran supaya bisa cepat mengundang konsumen.

Lantas perlu membuat produk yang rada unik dan lain daripada yang lain supaya bisa menarik minat konsumen dan menjadi topik perbincangan. Jangan lupa untuk mempertahankan konsumen dan kerap datang ke gerai. Salah satu upaya adalah dengan memberikan layanan terbaik ke konsumen.

Info Kemitraan

Shi-Da

Jl Bandengan Utara No 14 K Jakarta Barat

HP. 081284438985

Comments (0)
Add Comment