Aprindo Sebut Kemendag Hambat Bisnis Waralaba Di Tanah Air

Aprindo Sebut Kemendag Hambat Bisnis Waralaba Di Tanah Air

Kementerian Perdagangan (Kemendag) akhirnya resmi melansir aturan membatasi usaha ritel dan waralaba dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) nomor 68/M-DAG/PER/10/2012. Pemerintah menetapkan pemberi waralaba dan penerima waralaba untuk jenis toko modern hanya dapat membangun maksimal 150 gerai.

Untuk gerai lebih dari batasan tersebut, maka pendirian gerai tambahan wajib diwaralabakan. Lahirnya aturan itu menuai protes. Aturan itu sangat merugikan dunia usaha karena semangatnya negatif dengan pendekatan membatasi jumlah gerai di tengah berbagai rencana ekspansi perusahaan waralaba.

Dengan aturan ini, otomatis pertumbuhan gerai waralaba di tanah air bakal lesu. Terutama adanya salah satu pasal yang mengharuskan pemilik waralaba melepas 20 persen gerai setiap tahun kepada mitra. Bagi Amir, ritel waralaba lokal seperti Alfamart dan Indomaret bakal mengalami kesulitan menerapkan poin melepas 20 persen gerai.

Meski di dalamnya pemerintah memberi batas waktu lima tahun untuk penyesuaian sejak ditetapkan, namun praktiknya, menjual waralaba tidak semudah yang dibayangkan. Selain pembatasan jumlah, Permendag 68/2012 juga mengatur batasan luas gerai dan kewajiban menyediakan barang dagangan produksi dalam negeri.

Paling sedikit 80 persen dari jumlah jenis barang yang diperdagangkan. Terkait dua aspek teknis itu Amir mengaku tidak mempermasalahkan. Namun dia memiliki saran agar permendag ini lebih menumbuhkan bisnis waralaba, terutama di wilayah bukan perkotaan.

Source https://www.merdeka.com/ https://www.merdeka.com/uang/aprindo-sebut-kemendag-hambat-bisnis-waralaba-di-tanah-air.html
Comments
Loading...