Asa Pada Hero dan Giant

Asa Pada Hero dan Giant

Peritel PT Hero Supermarket Tbk sudah menetapkan fokus ekspansi tahun depan. Meski memiliki enam merek gerai, termasuk IKEA, perusahaan itu memilih fokus menambah gerai HERO dan Giant Ekstra saja pada tahun 2015.

Alasan fokus pada dua gerai itu karena keduanya mampu mewakili dua sasaran pasar sekaligus. Jika hipermarket Giant Ekstra menyasar pasar menengah ke bawah, supermarket HERO menjaring pangsa pasar menengah ke atas.

Fokus perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode HERO itu sepertinya cukup strategis. Stephane Deutsch, Presiden Direktur Hero Supermarket membeberkan, supermarket dan hipermarket masih menjadi kontributor pendapatan terbesar hingga kinerja keuangan September 2014.

Pencapaian pendapatan Hero Supermarket sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini sebesar Rp 10,09 triliun. Manajemen Hero Supermarket baru bisa membeberkan jika pilihan lokasi pembukaan HERO dan Giant Ekstra pada tahun depan ada di Pulau Jawa dan Sumatra. Sedangkan dua kota yang diincar, Manado, Sulawesi Utara dan Riau.

Sementara mengenai rencana ekspansi gerai terbarunya, yakni IKEA, Arief Istanto, Direktur Hero Supermarket tak menampik minat perusahaannya menambah gerai lagi. Namun, dia belum bisa bercerita banyak perihal rencana yang masih sebatas wacana itu.

Jika dibandingkan dengan gerai milik Hero Supermarket lain, biaya investasi pembangunan IKEA lebih mahal. Untuk membuka gerai pertama IKEA di Alam Sutra, Tangerang tahun ini, perusahaan itu merogoh kocek sekitar US$ 100 juta. Dana itu untuk mengakuisisi lahan, membangun, dan mendapatkan hak waralaba IKEA Swedia.

Sementara biaya untuk membangun gerai hipermarket Giant Ekstra misalnya, Hero Supermarket cukup mengeluarkan biaya Rp 20 miliar. Biaya investasi membangun Giant Express lebih kecil lagi, yakni sepertiga hingga setengah biaya investasi Giant Ekstra.

Source http://industri.kontan.co.id/ https://industri.kontan.co.id/news/asa-pada-hero-dan-giant
Comments
Loading...