Awal Berdiri Kebab Turki Baba Rafi

Awal Berdiri Kebab Turki Baba Rafi

Kebab Turki Baba Rafi memang sudah tidak asing di telinga. Sejak berdiri pada tahun 2003, bisnis waralaba yang didirikan oleh Nilam Sari dan suaminya Hendy Setiono. Sudah menyebar di berbagai kota hingga ke luar negeri dengan produk andalannya, kebab.

Sebelum memulai bisnis kebab, keduanya sempat mencoba peruntungan dengan menjual burger. Bisnis makanan merupakan bisnis yang sangat mudah dengan modal yang tidak terlalu banyak, dan juga menjanjikan.

Pada saat itu ia memulai dengan modal Rp 4 juta, yang saat 15 tahun lalu sudah bisa beli gerobak, sewa tempat, bahan baku, dan peralatan awal. Mereka menjual saja sesuatu yang simple, yaitu makanan. Kita mulai dengan burger saja dengan nama Yummy Burger. Kita juga mengambil dari supplier. Makin lama makin berkembang burgernya, satu tahun kita buka 6 outlet.

Bisnis ini tak bertahan lama tergerus persaingan. Bahkan, omzet yang didapat sebesar Rp 400.000 dalam sehari langsung turun drastis menjadi Rp 10.000 hingga Rp 20.000 per hari. Hingga akhirnya, Nilam memutuskan untuk mengubah strategi untuk menjual makanan yang unik dan belum pernah ada sebelumnya di Indonesia. Di Qatar, Nilam temukan jawabannya.

Dengan mengadaptasikan rasa kebab yang lebih familiar dengan lidah masyarakat Indonesia, Nilam berhasil mendirikan Kebab Turki Baba Rafi. Di mana Turki berarti makanan Timur Tengah, dan Baba Rafi diartikan sebagai ayahnya Rafi (anak pertama Nilam dan Hendy).

Dalam proses adaptasi tersebut, ada cerita lucu yang masih melekat diingatan Nilam. Kebab yang saat itu masih asing di telinga masyarakat, sempat dikira sebagai martabak dan gorengan. Dengan nama Kebab Turki Baba Rafi, Nilam berharap bisnis kebabnya bisa berkembang dengan pesat.

Dia pun mencoba untuk memperluas bisnisnya dengan sistem kemitraan, di mana orang-orang bisa membeli sarana prasarana hingga bahan baku darinya. Hingga akhirnya Kebab Turki Baba Rafi mulai berkembang, dari satu gerobak, bisnisnya bisa merambah menjadi 6 gerobak dengan omzet mencapai Rp 1 juta per hari.

Source https://www.merdeka.com/ https://www.merdeka.com/uang/cerita-lucu-berdirinya-kebab-turki-baba-rafi-sampai-dikira-martabak-dan-gorengan.html
Comments
Loading...