Bank: Pengertian, Fungsi, Jenis dan Produk

By | September 11, 2023

Dalam kehidupan sehari-hari, kita pasti pernah bersentuhan dengan bank, walaupun hanya sekali. Sebagai pelaku perekonomian, keberadaan perbankan sangatlah penting. Badan usaha ini merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kondisi moneter suatu negara.

Pengertian Bank

Badan usaha ini pertama kali disebut bank karena merujuk pada aktivitas para bankir dalam melayani nasabah yang selalu duduk di belakang meja atau bangku. Bangku dalam bahasa Italia adalah banco yang kemudian menjadi asal kata bank.

Sedangkan pengertian bank berdasarkan pasal 1 ayat 2 Undang-undang Perbankan nomor 10 tahun 1998 menyatakan bahwa bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat yang kemudian dijadikan tabungan dan kemudian dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk simpanan. berupa kredit atau hal-hal lain dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Fungsi Bank

1. Agen Kepercayaan

Fungsi bank yang pertama adalah sebagai lembaga yang berlandaskan asas kepercayaan dalam seluruh kegiatan operasionalnya. Kepercayaan ini berlaku dari bank kepada nasabahnya dan juga dari nasabah kepada bank.

Kepercayaan nasabah terhadap bank terjadi ketika mereka mempercayakan uangnya kepada bank, baik untuk tabungan biasa maupun deposito. Mereka percaya bahwa bank akan menjaga dengan baik setiap dana yang mereka simpan dan akan menyediakannya ketika dana tersebut ditarik.

Sedangkan bank membangun rasa percaya nasabah dengan memberikan kredit. Bank berkeyakinan bahwa nasabah dapat mengembalikan dananya sesuai dengan kesepakatan yang telah ditetapkan kedua belah pihak.

2. Agen Pembangunan

Lembaga ini mampu menyelenggarakan berbagai program yang bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat. Program seperti investasi dan penyaluran dapat diberikan oleh bank kepada masyarakat dengan menggunakan uang.

Semakin bank memudahkan masyarakat dalam memanfaatkan fasilitas tersebut, maka akan semakin banyak pula perkembangan yang terjadi di sektor riil. Hal ini membuktikan bahwa hubungan antara sektor moneter dan sektor riil sangat erat.

3. Agen Pelayanan

Lembaga ini memang merupakan penyedia jasa keuangan bagi masyarakat dengan syarat dan ketentuan berlaku yang disepakati kedua belah pihak. Fasilitas seperti pemberian pinjaman dengan bunga rendah, tabungan dan deposito dengan bunga tinggi serta kemudahan lainnya seperti penukaran uang disediakan oleh bank untuk kesejahteraan masyarakat.

Dengan pelayanan yang baik masyarakat tidak segan-segan memberikan dananya untuk dititipkan kepada bank, yang menjadi cadangan kas bagi bank untuk menjalankan operasionalnya sehingga mendatangkan keuntungan bagi kedua belah pihak.

Jenis Bank

1. Berdasarkan Fungsinya

  • Bank Sentral: bank yang berfungsi sebagai tangan kanan pemerintah dalam menetapkan kebijakan dan mengawasi seluruh kegiatan perekonomian yang berlangsung di dalam negeri.
  • Bank Umum : bank yang disebut juga bank umum bertujuan untuk memberikan pelayanan perbankan kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan taraf perekonomian masyarakat dan negara.
  • Bank Perkreditan Rakyat (BPR): fungsi bank ini hampir sama dengan bank umum yaitu melayani kegiatan perbankan bagi masyarakat. Hanya saja ruang lingkup BPR lebih sempit karena hanya memberikan layanan berupa penghimpunan dan penyaluran dana. Cakupan wilayah BPR juga terbatas.

2. Berdasarkan Kepemilikan

  • Bank Milik Negara (BUMN): sesuai dengan namanya, bank ini milik pemerintah. Misalnya saja BNI, BTN, BRI dan lain sebagainya.
  • Bank swasta nasional: kepemilikan bank swasta nasional berada di tangan perseorangan atau kelompok. Contohnya BCA, Bukopin dan lain sebagainya.
  • Bank milik asing: kepemilikan bank tersebut berada di tangan perorangan atau kelompok asing. Contohnya adalah Commonwealth, Citibank dan lain sebagainya.
  • Bank campuran: Sedangkan untuk bank campuran, kepemilikan sahamnya berada pada pemegang saham yang berasal dari luar negeri maupun dalam negeri. Contohnya adalah Mitsubishi Buana Bank, Interpacific dan lain sebagainya.

3. Berdasarkan Status

  • Bank devisa itu sendiri: lembaga yang mempunyai kegiatan operasional lintas negara seperti transfer luar negeri hingga cek perjalanan.
  • Bank non devisa: lembaga yang tidak mempunyai kegiatan operasional di luar negeri, atau yang layanannya hanya terbatas pada beberapa negara saja.

4. Berdasarkan metode penentuan harga

  • Bank konvensional: menentukan tingkat pembayaran dan penyaluran dana berdasarkan suku bunga atau basis spread.
  • Perbankan syariah: segala kegiatan yang terjadi di dalam bank ini didasarkan pada hukum Islam.

Produk Bank

1. Tabungan

Produk ini merupakan produk yang paling terkenal karena merupakan layanan utama dan menghimpun dana terbesar dari dan untuk masyarakat. Keberadaan produk ini juga berkembang sesuai tujuannya, misalnya tabungan untuk pendidikan, haji dan lain sebagainya.

Produk tabungan memiliki banyak fitur mulai dari setoran awal, buku tabungan fisik dan elektronik, ATM, bunga dan biaya bulanan.

2. Rekening koran

Produk ini hampir sama dengan tabungan biasa. Yang membedakan giro dengan tabungan biasa terletak pada jenis nasabah, jenis penarikan, dan syarat pembukaan rekening. Nasabah tabungan biasa umumnya adalah perorangan, sedangkan giro adalah badan usaha.

Saat menarik uang dari tabungan biasa, yang Anda perlukan hanyalah ATM atau pergi ke teller bank. Sedangkan untuk giro, pencairan dana hanya dapat dilakukan melalui cek dan bilyet giro. Soal pembukaan rekening, tabungan biasa hanya memerlukan data diri, untuk rekening giro juga harus mencantumkan nomor NPWP.

3. Deposito

Produk ini juga termasuk dalam kegiatan bank untuk menghimpun dana seperti tabungan atau giro. Hanya saja layanan ini bersifat term-time sehingga memerlukan waktu tertentu sebelum dana yang ada dapat ditarik. Jangka waktu yang diberikan biasanya berkisar antara satu bulan hingga dua puluh empat bulan.

Selain itu perbedaan lainnya terletak pada suku bunga yang diberikan. Biasanya deposito memberikan tingkat bunga yang lebih tinggi dibandingkan tabungan atau giro.

4. Kredit

Segala hal yang berkaitan dengan perkreditan atau pinjaman telah diatur dalam Undang-undang Nomor 7 Tahun 1992, yang kemudian disempurnakan dalam Undang-undang Nomor 10 Tahun 1998. Yang termasuk dalam pemberian pinjaman adalah jangka waktu pinjaman, suku bunga, cara pembayaran, agunan, dan tata cara penagihan. .

Layanan Perbankan

  • Layanan Internet Banking / E-Banking (Electronic Banking): dengan kemajuan teknologi, bank mulai memberikan akses cepat kepada nasabahnya untuk melakukan berbagai transaksi tanpa harus datang ke kantor bank. Dengan menggunakan internet, semua layanan perbankan dapat diakses dan nasabah memerlukan token untuk melakukannya.
  • Layanan Mobile Banking: Sama seperti internet banking, layanan ini memberikan kemudahan bagi nasabah dalam melakukan transaksi. Perbedaan mobile banking dan internet banking adalah mobile banking umumnya dilakukan melalui smartphone dan nasabah harus menginstal aplikasi perbankan tertentu.
  • Layanan Phone Banking / SMS Banking: layanan ini juga memudahkan nasabah dalam melakukan pembayaran dan transaksi perbankan lainnya, sama seperti internet dan mobile banking, hanya saja masih menggunakan sistem SMS.
  • Layanan Pengiriman Uang/Money Transfer: cakupan bank yang luas bahkan hingga ke luar negeri sehingga memudahkan nasabah dalam mengirimkan mata uang asing ke rekening lain di luar negara tempat nasabah berada.
  • Layanan Pembayaran Tagihan: layanan ini memudahkan pelanggan dalam melakukan pembayaran tagihannya baik secara tunai maupun non tunai, misalnya tagihan listrik, air dan lain sebagainya.
  • Collection Service: merupakan pemberian wewenang dari nasabah kepada bank mengenai penagihan kepada pihak ketiga.
  • Jasa Giro : adalah surat yang diterbitkan oleh nasabah untuk memberikan perintah kepada bank untuk memproses transaksi transfer uang dari satu rekening ke rekening lainnya.
  • Pelayanan Investasi dan Asuransi: selain menghimpun dana masyarakat dengan fasilitas tabungan dan giro, bank juga memberikan penawaran dalam bentuk investasi, seperti reksa dana hingga obligasi dan asuransi, umumnya asuransi jiwa.

Dunia perbankan memang mengalami perkembangan yang pesat dari tahun ke tahun, hal ini dikarenakan kebutuhan masyarakat akan akses yang cepat semakin meningkat. Dengan kondisi perbankan yang sehat maka perekonomian masyarakat terjamin.

rumuspintar.com

Category: Uncategorized

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *