Berburu Laba Dari Permainan Ala Detektif

Berburu Laba Dari Permainan Ala Detektif

Permainan memecahkan escape room biasanya ditemui pada dunia maya. Berbeda dengan Escape Hunt yang memecahkan escape room di dunia nyata. Bayangkan diri Anda dan rekan terkunci dalam sebuah ruangan. Untuk bisa keluar ruangan itu, Anda harus memecahkan teka-teki yang diberikan.

Beberapa petunjuk diberikan untuk membantu. Anda dan rekan pun harus menyisir ruangan tersebut hingga menemukan kunci keluar. Waktu kalian terbatas, jadi berpikir cepat sangat dibutuhkan di sini. Sekelumit gambaran dari permainan di escape room.

Kalau selama ini, situasi menegangkan dengan tema escape room biasanya ditemukan pada permainan di dunia maya. Sekarang Anda bisa merasakan sendiri ketegangan dan keseruan permainan ini secara nyata. Permainan ini merupakan petualangan fisik.

Intinya Anda bersama minimal seorang rekan dikunci dalam ruangan dan harus menemukan jalan keluar dalam waktu terbatas, yakni satu jam saja. Bisa dikatakan Anda juga berperan jadi detektif dalam permainan ini lantaran Anda harus memecahkan kasus terlebih dulu sebelum menemukan kunci keluar.

Di luar negeri, permainan escape room ini bukan hal baru. Banyak pemain malah menawarkan waralaba. Tak heran bila di tiap negara terdapat permainan semacam ini. Namun di Indonesia, permainan ini baru masuk pada 2014.

Beberapa usaha permainan Escape Room berasal dari luar negeri yang masuk lewat jalur franchise. Namun, pemain lokal juga sudah berani menciptakan permainan serupa. Bahkan ada juga yang menawarkan peluang franchise.

Salah satunya adalah The Escape Hunt Experince yang mempelopori permainan escape room ini di Indonesia. Escape Hunt pertama kali berdiri di Bangkok, Thailand, pada Juli 2013. Adalah Wito Krisnahadi yang membawa permainan ini ke Indonesia.

Ketika berkunjung ke Bangkok bersama keluarga pada 2013, ia sempat mencicipi pengalaman jadi detektif di Escape Hunt. Pengalaman itu begitu berkesan bagi Wito dan keluarganya. Merasa penasaran dengan Escape Hunt tak lama ia menghubungi pemilik franchise.

Butuh waktu sekitar lima bulan bagi Wito untuk mendirikan Escape Hunt. Setelah mendapat cetak biru konsep permainan ini dari pihak pusat (franchisor), ia harus menyiapkan lokasi usaha, rekrutmen karyawan, mengumpulkan perabot yang dibutuhkan, hingga konstruksi bangunan.

Untuk mencari bangunan yang standar pusat, ia harus mencari furniture yang sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan pihak pusat. Belum lagi proses konstruksinya. Selain franchise fee, katanya, pembangunan tempat usaha ini memakan biaya yang cukup tinggi.

Bila ditotal, Wito merogoh kocek hampir Rp 2 miliar hingga Escape Hunt bisa beroperasi. Bahkan ia harus merekrut delapan orang karyawan yang tugasnya merangkap sebagai tenaga administrasi dan game master. Tugas game master ialah menyambut, mendampingi, dan membantu pengunjung memecahkan kasus hingga keluar dari ruangan.

Escape Hunt berada di ruko seluas 200 meter persegi di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Sebenarnya sejak April 2014, pengunjung sudah bisa menikmati permainan ini. Namun Wito baru membuka Escape Hunt sebulan kemudian. Pada bulan pertama, untuk menarik pengunjung, Wito gencar berpromosi. Dia memberi potongan biaya hingga 50% bagi pengunjung.

Wito tadinya menargetkan para ekspatriat atau turis sebagai pasar Escape Hunt Jakarta. Pasalnya, dulu permainan ini tak begitu akrab untuk orang Indonesia. Itu juga sebabnya ia memilih kawasan Kemang untuk jadi lokasi usaha. Namun, lama-kelamaan warga lokal pun tertarik pada permainan ini.

Escape Hunt buka setiap hari sejak pukul 9.30 pagi hingga 9.30 malam. Sebelum bermain, pengunjung harus memesan dulu. Meski permainan dalam ruangan berlangsung selama sejam, total waktu yang dihabiskan tiap grup mencapai 1,5 jam. Setelah memecahkan kasus dan meloloskan diri dari ruangan, peserta dijamu pesta teh sederhana, lalu berfoto.

Di seluruh dunia, setidaknya ada 23 gerai Escape Hunt yang berlokasi di Thailand, Singapura, Vietnam, Filipina, Inggris, Australia, Portugal, Spanyol, Paris, Jerman, dan Meksiko. Di Indonesia telah terdapat tiga gerai Escape Hunt. Selain di Jakarta, permainan ala detektif ini sudah hadir di Surabaya dan Bali.

Di tiap gerai, permainan atau kasus yang ditawarkan berbeda-beda. Bila pernah main di Escape Hunt Jakarta, Anda akan menemukan kasus yang berbeda di gerai lain. Ia punya wewenang untuk memilih kota lain jika ingin membuka gerai Escape Hunt baru.

Escape Hunt menyediakan enam ruangan dan tiga jenis kasus yang bisa dimainkan. Permainan di Escape Hunt didesain untuk bisa dinikmati berbagai usia mulai 5 tahun hingga oma opa. Permainan ini diikuti setidaknya dua orang dalam satu grup.

Escape Hunt mengenakan biaya permainan Rp 600.000 per grup yang terdiri dari dua orang. Semakin banyak orang yang tergabung dalam grup, biaya semakin murah. Grup berisi tiga orang harus membayar tarif Rp 825.000, empat orang Rp 960.000 dan lima orang Rp 1,5 juta.

Peluang untuk usaha ini cukup bagus. Apalagi ketika masa akhir pekan atau liburan, jumlah pengunjung bisa bertambah 15%. Namun, angin persaingan pada usaha ini semakin kencang. Pemain baru bermunculan hampir tiap bulan untuk memanfaatkan momen tren permainan escape room.

Munculnya pemain baru, diakui Wito, memengaruhi jumlah pengunjung. Meski tak menyebutkan angka pasti, setiap hari selalu ada pengunjung Escape Hunt. Agar pengunjung tak berpindah ke permainan lain, Escape Hunt fokus pada layanan pengunjung. Andaikan dalam sehari ada empat grup pengunjung yang masing-masing terdiri dari dua orang, maka usaha seperti ini bisa mendapat pemasukan Rp 72 juta saban bulan.

Source http://majalahfranchise.com/ https://www.majalahfranchise.com/article/278/berburu-laba-dari-permainan-ala-detektif
Comments
Loading...