Bisnis Waralaba Berjaya di Tengah Krisis

Bisnis Waralaba Berjaya di Tengah Krisis

Bisnis franchise (waralaba) berjaya di tengah krisis ekonomi global saat ini, karena gejolak di dunia perbankan dan pasar modal justru mendorong investor beralih ke bisnis riil, termasuk menjadi franchisse (pembeli bisnis franchise).

Faktor lain yang ikut mendukung pertumbuhan bisnis ini adalah gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Bahkan, diprediksi juga akan memicu munculnya “business oportunity/BO” baru. Kini bisnis makanan tetap menjadi favorit, karena sektor ini merupakan kebutuhan pokok masyarakat.

Kelompok franchise makanan mendominasi hingga 50%. Untuk itu, dalam mempertahankan pembeli, franchise melakukan banyak program mulai dari diskon hingga “buy one get one free”. Terkait dengan omzet, katanya, pada tahun 2007 bisnis franchise mencapai Rp81 triliun.

Tahun 2008 naik sekitar 10-15%, dan tahun ini diharapkan bisa tumbuh minimal 5%. Saat ini ada sekitar 100 franchise lokal dan 260 franchise asing. Namun, ada lebih dari 650 BO yang ada di Indonesia. Kini, pemerintah mulai mendorong agar BO tersebut bisa berubah menjadi franchise.

Namun, banyaknya kendala dari persyaratan pemerintah membuat BO sulit berkembang menjadi franchise. Dari PP no 42/2007 yang diperkuat Permen no 31/2008, ada sekitar delapan persyaratan menjadi franchise. Adanya kewajiban HAKi, kesiapan neraca rugi-laba, serta keunikan adalah beberapa hal yang sulit dipenuhi.

Pemerintah akan terus memfasilitasi bisnis franchise agar bisa berkembang. Saat ini sendiri, pemerintah mendorong bisnis franchise dengan sosialisasi tentang kelayakan sebuah usaha bisa disebut waralaba. Selain itu pemerintah juga mengikutkan beberapa franchise untuk mengikuti pameran di luar negeri.

Source https://www.merdeka.com/ https://www.merdeka.com/uang/bisnis-waralaba-berjaya-di-tengah-krisis.html
Comments
Loading...