Bisnis Waralaba di Indonesia Belum Bergairah

Bisnis Waralaba di Indonesia Belum Bergairah

Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) mengatakan bisnis waralaba di Indonesia belum bergairah karena sebagian pelaku usaha lebih memilih untuk membuka cabang di daerah lain dibandingkan mengembangkannya melalui konsep penjualan waralaba.

Padahal, jika dibandingkan dengan membuka cabang usaha yang dimiliki, pelaku usaha sebetulnya lebih mudah mengembangkan bisnis melalui waralaba karena dari sisi sumber daya manusia (SDM) akan lebih berkualitas dan risiko semakin kecil.

Di dalam konsep waralaba SDM dalam hal ini adalah pemegang cabang di setiap daerah. Mereka bukan bawahan, tetapi mitra. Jadi, rasa bertanggung jawab untuk menjalankan bisnis ini lebih besar dibandingkan hanya bertugas menjalankan operasional cabang usaha saja.

Untuk mengembangkan usaha agar bisa menjadi waralaba maka pelaku usaha harus memperluas jaringan sehingga orang menjadi tahu apa yang dia jual. Anang mengatakan banyak merek dagang Indonesia yang berpotensi besar sukses di pasar nasional maupun internasional. Tetapi yang masih banyak terjadi adalah pelaku usaha bukan menerapkan konsep waralaba. Tetapi business opportunity (BO) atau peluang bisnis dengan sistem jual beli putus.

Anang mengatakan ada beberapa hal utama yang menjadi persyaratan sebuah BO dikatakan sebagai waralaba. Salah satunya, yaitu usaha tersebut harus sudah terbukti berhasil. Selanjutnya, usaha tersebut harus mempunyai keunikan di antaranya pada produk, merek, dan tampilan dari waralaba tersebut. Sedangkan, yang ketiga adalah usaha tersebut harus memiliki contoh cabang yang berhasil.

Source https://www.wartaekonomi.co.id/ https://www.wartaekonomi.co.id/read34826/afi-bisnis-waralaba-di-indonesia-belum-bergairah.html
Comments
Loading...