Bisnis Waralaba Lokal Belum Bisa Saingi Franchise Asing

Bisnis Waralaba Lokal Belum Bisa Saingi Franchise Asing

Pertumbuhan industri waralaba lokal hingga tahun ini, dinilai belum signifikan. Sementara, waralaba asing begitu deras mengalir ke Tanah Air. Agar bisa bersaing, pelaku usaha dinilai harus lebih memperhatikan manajemen dari bisnis waralaba mereka tersebut.

Serbuan waralaba asing pun semakin tampak dalam setiap event atau pameran franchise, yang diselenggarakan di Indonesia. Kendati begitu, eksistensi waralaba lokal secara kuantitas belum mampu mengimbangi pamor waralaba asing.

Ketua Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), Anang Sukandar mengatakan, pertumbuhan industri waralaba tidak lebih dari 2% setiap tahunnya. Ada sekitar 400 waralaba asing yang berkembang di Indonesia. Sementara, pemain waralaba lokal masih bertengger di sekitar angka 200 secara kuantitas.

Definisi waralaba nyatanya belum dipahami secara jelas, oleh para pemain dalam industri waralaba. Merujuk Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2007, bisnis waralaba semestinya sudah memiliki ciri khas usaha, terbukti sudah memberikan keuntungan, memiliki standar atas pelayanan atau barang yang ditawarkan, dan dibuat secara tertulis.

Selain itu, dukungan yang berkesinambungan juga harus ada, dan memiliki hak atas kekayaan intelektual yang telah terdaftar. Beberapa pengamat menilai masih banyak pemain yang usahanya tidak bisa bertahan dalam waktu yang cukup lama, lantaran tidak memiliki fundamental yang kuat.

Anang Sukandar mengatakan, masalah utama yang kerap dijumpai dalam bisnis waralaba adalah SDM dan penataan risiko. Seharusnya, franchisor sudah mempunyai sistem dan strategi untuk mengatur orang lain. Namun kenyataannya, hal yang ada saat ini, banyak usaha waralaba lokal yang terlalu cepat memutuskan untuk mewaralabakan usaha mereka.

Padahal, mereka belum mempunyai bukti yang cukup bahwa usaha mereka tersebut telah memiliki pencapaian yang maksimal. Hal inilah yang kemudian merusak industri waralaba Indonesia. Pengamat lain yang juga konsultan waralaba dari Ben WarG Consulting, Bije Widjajanto pun mengamini hal tersebut.

Menurutnya, secara produk, kreativitas pelaku UMKM di Indonesia masih bersaing. Senada dengan Anang, menurut Bije, hal tersebut yang membuat waralaba lokal hanya bertahan sekitar empat sampai tujuh tahun. Para pelaku UMKM, khususnya franchisor atau pihak-pihak yang mewaralabakan usaha mereka, perlu memiliki laporan keuangan yang jelas, sebelum memutuskan untuk mewaralabakan bisnis mereka.

Pasalnya, waralaba bukan hanya sekadar menjual merek dari sebuah produk, tetapi juga konsep bisnis, target pencapaian, dan strategi operasional agar selalu terkendali. Sehingga nantinya, bisnis itu dapat berjalan secara berkesinambungan.

Source http://lampung.tribunnews.com/ http://lampung.tribunnews.com/2017/01/01/ini-penyebab-bisnis-waralaba-lokal-belum-bisa-saingi-franchise-asing
Comments
Loading...