Bisnis Waralaba Sunat Mulai Dilirik Investor

Bisnis Waralaba Sunat Mulai Dilirik Investor

Johnny Lone, 36 tahun, bersama seorang rekannya terhenti begitu melihat lapak Rumah Sunat yang ikut pameran franchise atau waralaba yang diadakan Reed Panorama Exhibitions di Jakarta Convention Center, Ahad, 10 September 2017. Johnny penasaran dengan franchise yang jarang dilihatnya itu.

Padahal, niat awal kedatanganya di pameran itu, untuk mencari usaha air minum isi ulang di pameran franchise. Seorang pengunjung Angga Sutopo Putra, 35 tahun, juga melirik Rumah Sunat di pamer franchise. Peluang bisnis sunat cukup tinggi.

Selain itu, Rumah Sunat menjanjikan peluang usaha yang baik untuk persaingan usaha. Musababnya, franchise ini, menawarkan bisnis usaha satu kota satu Rumah Sunat. Peluang tersebut, kata dia, bisa dimanfaatkan untuk membuka usaha di kota asalnya di Padang, Sumatra Barat.

Angga berminat mengambil bisnis ini karena latar belakang keluarganya adalah dokter. Marketing Manager Rumah Sunat Zainal Abdi mengatakan Rumah Sunat sejak 2014 telah membuka franchise untuk investor. Zainal mengklaim Rumah Sunat merupakan satu-satunya di Indonesia, yang menjalankan bisnis ini dalam bentuk frenchise.

Adapun metode yang digunakan untuk menyunat adalah dengan menggunakan klem. Menurutnya, dengan metode klem, pasien tidak akan mendapatkan jaitan dan bisa langsung beraktifitas. Untuk investasi waralaba Rumah Sunat hanya dibandrol Rp 60 juta untuk klinik atau rumah bersalin yang ingin bekerja sama.

Bagi yang belum punya klinik investasinya sebesar Rp 550 juta. Untuk biaya sunat di Rumah Sunat Rp 1,4 juta. Klinik yang sudah besar sekali musim bisa mencapai 900-1000 pasien. Sebab, sunat biasanya musiman, pada saat libur sekolah.

Source https://bisnis.tempo.co/ https://bisnis.tempo.co/read/907831/pameran-franchise-bisnis-sunat-mulai-dilirik-investor/full&view=ok
Comments
Loading...