Bos Depo Air Minum Biru Dorong Pemerintah Sediakan Air Bersih

Bos Depo Air Minum Biru Dorong Pemerintah Sediakan Air Bersih

Pertumbuhan penduduk di setiap negara, khususnya Indonesia yang terus meningkat menyebabkan penggunaan air semakin tinggi. Kebutuhan terhadap kuantitas juga kualitas air pun turut meningkat. Air yang tercemar dapat menimbulkan berbagai macam penyakit.

Bahkan tak menutup kemungkinan menjadi penyebab kematian. Inilah yang menjadi perkara besar, mengingat masalah air bersih di berbagai belahan dunia. Khususnya di wilayah-wilayah tertentu masih menjadi momok.

Melihat hal itu, Founder & Director PT. Biru Semesta Abadi (Depo Air Minum Biru), Yantje Wongso angkat bicara. Menurut dia, masalah ini harus menjadi pertimbangan penting bagi negara dan masyarakat dunia, khususnya Indonesia.

Oleh sebab itu, dia mendorong pemerintah negara maju maupun negara berkembang untuk lebih baik lagi dalam mengalokasikan sumber daya yang terbatas ini. Caranya dengan berfokus kepada penyediaan air bersih untuk wilayah pemukiman di kota. Karena menurut dia, akan sangat efisien bila pemerintah menyediakan air bersih melalui fasilitas produksi yang tersentralisasi dalam skala ekonomi yang besar.

Untuk air minum, pemerintah dapat menyediakan solusi terdesentralisasi berupa unit-unit produksi yang lebih kecil di titik-titik populasi untuk meningkatkan kualitas air bersih menjadi air sehat untuk dikonsumsi. Unit-unit produksi air minum tersebut haruslah dikelola secara komersial sekaligus sosial, yaitu sebagai depo komersial nirlaba yang mandiri.

Franchise Depo Air Minum Biru sendiri masih terus membuka kesempatan bagi calon mitra yang tertarik untuk bergabung. Nilai investasi sebesar Rp. 479.260.000 untuk jangka waralaba selama 10 tahun, diluar lokasi dan bangunan.

Mitra dikenakan royalty fee sebesar 9 persen yang hanya dibayarkan bilamana penjualan di gerai telah mencapai 150 botol galon 19 liter. Bila di bawah 150 botol galon 19 liter, maka franchisee tidak membayarkan imbalan manajemen kepada franchisor. Ada tambahan 1% untuk dana marketing bersama, yang penggunaanya dikelola sepenuhnya oleh franchisor.

Saat ini, Franchise Biru telah memiliki 333 gerai yang tersebar di 28 kota di Indonesia, khususnya di Pulau Jawad an di Kota Balikpapan – Kalimantan Barat. Ditambah dengan satu gerai sendiri untuk kepentingan R&D di Kota Sacramento, California, USA.

Source bisniswaralaba.id
Comments
Loading...