Burger Bakar Qebul Tembus Omset Ratusan Juta Rupiah

Burger Bakar Qebul Tembus Omset Ratusan Juta Rupiah

Agus Yunanto mengawali bisnis kuliner Burger Qebul dengan penuh perhitungan dan waktu yang lama. Saat muda ia selalu berpikir untuk membuat usaha sendiri berbasis makanan. Namun, burger bukanlah opsi utamanya. Justru makanan yang terlintas di kepalanya adalah ramen dan pasta.

Setelah dipikirkan matang-matang, Agus akhirnya menetapkan pilihan pada burger. Alasannya, burger dianggap sebagai makanan lintas gender yang bisa diterima oleh berbagai kalangan. Tak ingin sama dengan burger kebanyakan, Yunanto pun berburu resep dan konsep makanan yang akan disajikan di kedainya. Tak sebentar, ia butuh waktu hingga enam tahun untuk mendapatkan ‘resep rahasia’ burgernya, dan baru merealisasikannya pada 2009 silam.

Sekitar enam tahun hanya untuk meriset dan melakukan banyak eksperimen terhadap beberapa opsi makanan. Makanya sebagaian besar waktu saya habis bolak-balik Jakarta-Yogyakarta untuk mengeksekusi bisnis lainnya, baru setelah itu burger ini.

Kebanyakan pebisnis kuliner sekarang ini lebih memilih makanan tradisional untuk dijadikan makanan modern. Namun Yunanto punya pemikiran berbeda. Pangsa pasar terbesar penyantap kuliner adalah usia produktif atau anak muda.

Makanan tradisional sebenarnya telah memiliki penggemar fanatisme sendiri. Namun generasi muda sekarang selalu ingin updatemengenai hal-hal baru termasuk kuliner. Dari segi rasa dan bentuk makanan itu sendiri.

Tak seperti jajanan kuliner western lainnya yang harganya cukup mahal untuk satu porsinya. Rata-rata mereka mematok harga antara Rp. 20 ribu ke atas. Namun berbeda dengan Burger Qebul yang dijual oleh pria berusia 37 tahun ini.

Yunanto menjualnya dengan harga yang cukup murah tapi soal rasa dan bentuknya cukup besar serta mengenyangkan. Meski murah, bahan yang dia pilih benar-benar bahan terbaik untuk membuat burger. Ia selalu memakai daging impor yang berasal dari Australia dan Selandia Baru.

Memakai daging lokal tidak cocok karena tekturnya yang alot, berbeda dengan daging impor yang memiliki teksur lebih lembut. Bahkan ia juga membuat saus mayonaise dan roti sendiri. Tidak heran, modal awal untuk merealisasikan itu semua tidak terlalu banyak.

Tidak sampai Rp5 juta ini bisa mendapatkan omzet hingga ratusan juta setiap bulannya. Konsep yang dibuat sebenarnya tidak muluk-muluk, hanya membuat suatu produk yang bisa diterima oleh target marketnya, yaitu anak muda. Ia jeli membaca bahasa psikologis konsumen seperti apa.

Source https://www.money.id/ https://www.money.id/inspiratory/kisah-sukses-burger-bakar-qebul-beromzet-ratusan-juta-rupiah-160415a.html
Comments
Loading...