Cara Pizza Hut Menghadapi Aturan Waralaba Restoran

Cara Pizza Hut Menghadapi Aturan Waralaba Restoran

Waralaba restoran pizza Hut saat ini memiliki 207 cabang di seluruh Indonesia. Terkait peraturan menteri perdagangan (permendag) nomor 7 tahun 2013 yang membatasi jumlah gerai, pemilik lisensinya yaitu Grup usaha Sriboga Raturaya mengaku sedang mempelajarinya.

Presiden Direktur Sriboga Raturaya Alwin Arifin menyatakan aturan itu berdasarkan pemahamannya membatasi jumlah gerai untuk satu merek dagang tertentu. Karena itu jauh-jauh hari, pihaknya telah memecah restoran pizza itu menjadi dua merek dagang, lewat kehadiran Pizza Hut Delivery.

Saat ini, Pizza Hut Delivery yang lebih fokus pada layanan antar berjumlah 70 gerai di seluruh Indonesia. Alwin menolak berkomentar terkait apakah ke depan pihaknya siap memenuhi permendag itu ketika gerai Pizza Hut melebihi 250 unit.

Selepas sebuah waralaba restoran melampaui jumlah 250 gerai, maka pemilik lisensi waralaba wajib melepas kepemilikan atau melakukan penyertaan modal kepada pengusaha daerah. Sriboga belum memutuskan langkah apa yang bakal diambil nantinya.

Merujuk Permendag 07/2012, khususnya pasal 4, disebutkan bahwa gerai yang boleh dimiliki dan dikelola sendiri maksimal 250 unit. Bila sudah melebihi jumlah tersebut, investor waralaba restoran wajib mewaralabakan gerai berikutnya ke pihak ketiga.

Namun, pemilik lisensi waralaba restoran mendapat kemudahan dengan tidak perlu sepenuhnya melepas kepemilikan anak usahanya ke pengusaha lain. Pada Pasal 5 beleid ini, pemilik waralaba bisa memilih opsi pola penyertaan modal, menggandeng pengusaha lokal di lokasi gerai itu berdiri.

Bila nilai investasi sebuah gerai kurang dari atau setara Rp 10 miliar, maka penyertaan modal dari pihak lain paling sedikit 40 persen. Sementara jika nilai investasinya lebih dari Rp 10 miliar, maka penyertaan modal dari pihak lain minimal 30 persen. Selebihnya manajemen tetap dikontrol pemilik lisensi waralaba.

Source https://www.merdeka.com/ https://www.merdeka.com/uang/cara-pizza-hut-hadapi-aturan-waralaba-restoran.html
Comments
Loading...