Charoen Pokphand Akuisisi 7-Eleven

Charoen Pokphand Akuisisi 7-Eleven

PT Charoen Pokphand Restu Indonesia, anak usaha dari PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPRI). Telah menandatangani business acquisition agreement dengan PT Modern Sevel Indonesia (MSI). Anak usaha dari PT Modern International Tbk (MI), pada 19 April 2017 lalu.

Melalui keterbukaan informasi yang diberikan perusahaan, dalam perjanjian tersebut. Rencana pengambil alihan kegiatan usaha MSI di bidang rumah makan dan toko moderen atau convenience store. Beserta aset-aset terkait berdasarkan sistem waralaba, dengan nilai dari transaksi tersebut sebesar Rp1 triliun.

Transaksi tersebut direncanakan akan diselesaikan sebelum atau pada 30 Juni 2017. Apabila prasyarat pelaksanaan transaksi telah terpenuhi, antara lain, persetujuan-persetujuan korporasi dari MI dan MSI. Termasuk persetujuan RUPS dan Dewan Komisaris sehubungan dengan rencana transaksi.

Selain itu, juga ada persetujuan dari instansi Pemerintah, termasuk persetujuan Kementerian Perdagangan atas pengakhiran Perjanjian Waralaba (clean break) dan penunjukan CPRI selaku penerima waralaba yang baru, serta dari persetujuan Otoritas Jasa Keuangan sehubungan dengan rencana transaksi.

Selain itu, juga ada persetujuan dari 7-Eleven Inc selaku pemberi waralaba. Sehubungan dengan pengakhiran Perjanjian Waralaba dengan MSI dan penunjukan CPRI selaku penerima waralaba baru. Rencana akuisisi bisnis 7-Eleven tersebut masih berjalan lancar. Saat ini perusahaan masih harus menunggu persetujuan pergantian hak waralaba dari Modern International kepada Charoen Pokphand Indonesia.

MSI dan CPRI secara bersama telah menyelesaikan masalah-masalah yang terkait dengan rencana transaksi dengan memperhatikan hasil penilaian dan uji tuntas. Aksi akuisisi ini bukan merupakan Transaksi Material sebagaimana dimaksud dalam Peraturan No. IX.E.2 Keputusan Ketua Bapepam-LK No. Kep-614/BL/2011 tanggal 28 November 2011 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama mengingat nilai Transaksi lebih kecil dari niai 20% Ekuitas Perseroan berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasi untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016 yang telah diaudit (Rp2.831.449 juta).

Akuisisi bisnis 7-Eleven tidak akan memberatkan perseroan, meskipun menurut Modern Internasional segmen usaha ini telah mengalami kerugian di tahun-tahun terakhir. Adapun sumber pendanaan yang digunakan CPRI dalam melakukan aksi korporasi ini adalah sumber arus kas internal.

Source http://m.mediaindonesia.com/ http://mediaindonesia.com/read/detail/104807-charoen-pokphand-akuisisi-7-eleven
Comments
Loading...