Dari Gerobak Kaki Lima, Ayam Gepuk Pak Gembus Sukses

Dari Gerobak Kaki Lima, Ayam Gepuk Pak Gembus Sukses

Rido Nurul Adityawan (30), yang sukses dengan bisnis waralabanya, mengaku sempat bekerja sebagai karyawan di salah satu tempat pencucian motor di Yogyakarta. Kemudian mencoba usaha ternak lele, hingga merantau ke Kalimantan untuk bekerja di sebuah perkebunan kelapa sawit. Namun semuanya tidak mampu membawa kesuksesan dalam hidup Rido.

Akhirnya Rido memutuskan berhenti dari pekerjaan dan memilih membuka usaha. Terinspirasi dari makanan kegemarannya, yakni sambal bawang, ia berpikir untuk membuka warung ayam goreng dengan sambal bawang khas buatannya.

Pria kelahiran Magelang 29 Januari 1988 itu mengundang teman-teman kerjanya untuk mencoba makanan yang akan ia jual. Dari riset sederhana tersebut, ternyata respons positif dari teman-temannya membuat ia optimistis untuk berbisnis.

Mulailah pada Oktober 2013 di Srengseng, Rido membuat gerobak dan membuka tenda ukuran 3×3 meter untuk berjualan menu ayam yang ia racik sendiri, yaitu ayam goreng gepuk dengan sambal bawang kacang yang menjadi kekhasan bisnis kulinernya.

Dengan keterbatasan Rido pun melakukan segala sesuatu sendiri, mulai dari pemasangan gerobak sampai melayani konsumen, termasuk mengulek dan menyajikan menu ayam gepuk sendiri. Warung ayam goreng Rido pun ramai diserbu pembeli setiap hari. Sampai akhirnya di Januari 2015, seorang pelanggan laki-laki dan perempuan menghampirinya, yang menanyakan mengenai usaha ayam gepuk Rido.

Rido, yang saat itu awam dengan istilah franchise atau waralaba, mengaku bingung dengan pertanyaan pelanggan tersebut. Dia pun meminta waktu kepada pelanggan itu untuk memberi jawaban. Ia lantas pergi ke warnet untuk mencari tahu mengenai bisnis franchise. Dari pencariannya, dia mulai memahami bisnis waralaba dan belajar membuat proposal dari contoh proposal franchise bisnis donat.

Akhirnya, Rido menjual franchise bisnis ayam gorengnya dengan merek ‘Ayam Gepuk Pak Gembus’ seharga Rp15 juta per franchise. Franchise pertamanya langsung dibuka di dua lokasi, yaitu Lokasari dan Tanjungduren, Jakarta Barat. Banyak pengunjung berdatangan, meski tempatnya hanya sebuah warung kaki lima.

Ramainya Ayam Gepuk Pak Gembus membuat banyak orang terus berdatangan untuk membeli bisnis warabalanya yang kini ia bandreol seharga Rp35-40 juta. Kini ia tidak lagi mampu menjaga warungnya karena harus bertemu dengan para calon franchisee. Dari sanalah, bisnis warabala Rido bersinar dan melebar. Hingga saat ini, jumlah cabang Ayam Gepuk Pak Gembus mencapai 700 di seluruh Indonesia.

Ke depan, Rido akan membuat standarisasi produk dan pelayanan di Ayam Gepuk Pak Gembus. Ia mengaku tidak fokus pada jumlah cabang, melainkan pada penyeragaman kualitas di seluruh cabangnya. Sementara untuk ekspansi ke luar Indonesia, ia mengaku menerima banyak permintaan dari berbagai negara.

Namun bahan baku yang harus dikirim dari Indonesia menjadi kendalanya untuk ekspansi, ditambah proses pengirimannya tidaklah mudah. Menurutnya, rasa cabai dan bahan baku lain di negara luar tidak sama dengan rasa bahan baku Indonesia.

Source https://www.wartaekonomi.co.id/ https://www.wartaekonomi.co.id/read195513/dari-gerobak-kaki-lima-ayam-gepuk-pak-gembus-sukses-jadi-bisnis-waralaba.html
Comments
Loading...