Ekspansi Waralaba Toko Emas Ala Hartadinata Abadi

Ekspansi Waralaba Toko Emas Ala Hartadinata Abadi

Produsen dan peritel perhiasan emas yang menawarkan  konsep waralaba. PT Hartadinata Abadi Tbk mulai haus akan pertumbuhan dan penguasaan pangsa pasar. Pembukaan ratusan outlet toko emas segmen kelas menengah bawah pun disiapkan dalam kurun waktu dua tahun ke depan.

Bisnis ritel perhiasan emas sejauh ini telah dianggap sebagai sebuah bisnis yang amat berbasis pada kepercayaan. Baik bagi sesama pengelola bisnis ritelnya hingga bagi para konsumen. Tak heran bila  bisnis ritel perhiasan emas hampir sebagian besar dikelola oleh satu keluarga, atau merupakan bisnis keluarga.

Outlet bisnis ritel perhiasan emas yang dimiliki satu entitas usaha keluarga pun nyaris terbatas, hanya pada hitungan single digit semata. Dengan keterbatasan jumlah anggota keluarga yang menjadi pengelola, plus sulitnya membuka kepercayaan konsumen di wilayah dan pasar yang berbeda.

Membuka satu outlet baru menjadi sebuah tantangan buat mereka. Tipikal skema usaha ritel perhiasan emas di dalam negeri ini seperti didobrak oleh PT Hartadinata Abadi Tbk, perusahaan produsen perhiasan emas yang berbasis di Bandung, Jawa Barat.

Perusahaan yang baru tahun 2017 lalu mencatatkan diri di Bursa Efek Indonesia ini justru berani menawarkan sistem waralaba toko emasnya dengan brand ACC kepada publik yang ingin berinvestasi di bisnis ritel perhiasan emas.

Perusahaan berkode bursa HRTA ini berani menawarkan sistem waralaba pada publik, karena perseroan berani menjamin keberlangsungan pasokan perhiasan yang akan diperoleh investor. Pasalnya HRTA memiliki empat fasilitas produksi perhiasan yang diperkuat oleh para desainer perhiasan yang cukup mumpuni.

Pihak HRTA saat ini telah menjalin hubungan dengan 600 toko perhiasan emas di seluruh Indonesia. Perusahaan telah memiliki tiga kategori merek produk toko emas, yakni toko emas ACC, yang menyasar pada kelas menengah bawah, lalu Celine Jewelry yang menjual perhiasan emas dengan aksesori berlian, menyasar kelas menengah atas.

Hingga Mei tahun ini, perusahaan tercatat akan memiliki 26 toko dengan brand ACC,  yang empat toko di antaranya merupakan  toko milik franchisee,  serta 7 toko dengan brand Claudia Perfect Jewelry, dan sebuah outlet Celine Jewelry.

Untuk meningkatkan kinerjanya, perusahaan di tahun ini akan melakukan ekspansi dengan membuka 100 toko dengan brand ACC hingga akhir 2018, dan 100 toko baru lainnya di tahun 2019. Nantinya, 60% di antara toko-toko yang akan dibuka tersebut merupakan toko milik perusahaan. Sisanya 40% akan merupakan toko para franchisee yang menjadi mitra PT Hartadinata Abadi Tbk.

Dengan perkiraan investasi untuk pembukaan tiap toko yang sebesar Rp 2 miliar hingga Rp 5 miliar, plus menyiapkan pasokan produk perhiasan untuk tiap toko. Maka perusahaan diproyeksikan akan membutuhkan belanja modal sebesar Rp300 miliar untuk tahun ini.

Untuk itu perusahaan pun menyiapkan corporation plan berupa penerbitan surat utang ataupun medium term notes. Sejauh ini kami belum memutuskan, instrumen apa yang akan kami terbitkan untuk membiayai aksi korporasi.

Terkait  kinerja keuangan, pada tahun 2017 lalu. HRTA berhasil mencatatkan kenaikan laba sebelum pajak sebesar 15,64% menjadi sebesar Rp 147 miliar. Sementara laba bersih tercatat sebesar Rp112 miliar. Total pendapatan tahun 2017 lalu tumbuh 13% menjadi Rp 2,482 triliun dibanding periode tahun sebelumnya.

Di tahun ini, perseroan pun mentargetkan bisa mencetak kenaikan penjualan sebesar 13% hingga 15%, dengan peningkatan laba  sebesar 9%. Perseroan berharap  menjelang Idul Fitri tahun ini, penjualan di periode menjelang lebaran bisa melonjak tiga kali lipat seperti tahun-tahun sebelumnya.

Kondisi depresiasi rupiah terhadap dolar AS akibat kebijakan ekonomi pemerintah Amerika Serikat. Jadi, secara pencatatan akunting pendapatan Hartadinata mengalami kenaikan. Karena harga emas yang terus naik.

Perseroan saat ini memiliki pabrik perhiasan emas dengan kapasitas 2.500 kg, dan utilisasi saat ini tercatat baru sebesar 16%. Sandra optimistis seiring dengan pertumbuhan jumlah toko, utilisasi akan ikut meningkat  karena pabrik akan memasok perhiasan untuk toko-toko milik perseroan.

Sementara terkait  market share produksi, HRTA disebutkan Sandra  menguasai  12%-15% pangsa pasar, menyusul upaya ekspansi perseroan pasca IPO. Di tahun ini, perseroan juga akan ikut berpartisipasi  dalam ajang gelaran Jewellery Fair 2018 yang digelar di bulan lalu.

Di gelaran ini perseroan  menampilkan sejumlah produk terbaru unggulan yang dicetak secara terbatas,  dengan tema “Dari Hartadinata Untuk Indonesia”. Hartadinata dalam pameran tersebut kesempatan ini menampilkan rangkaian produk unggulannya  yang terinspirasi dari kekayaan alam dan budaya Indonesia.

Koleksi perhiasan bertema Dari Hartadinata untuk Indonesia ini terinspirasi dari binatang komodo, burung cendrawasih, loreng harimau, hutan tropis, motif batik parang, motif batik mega mendung, motif batik kawung, rumah adat Minangkabau, dan ukiran Jepara.

Source http://www.industry.co.id/ http://www.industry.co.id/read/36540/ekspansi-waralaba-toko-emas-ala-hartadinata-abadi
Comments
Loading...