Franchise Ayam Bakar Wong Solo

Franchise Ayam Bakar Wong Solo

Ayam Bakar Wong Solo merupakan salah satu alternatif Wisata Kuliner yang ada di Jawa Tengah lebih tepatnya berada di kota Solo Atau Surakarta. Puspo Wardoyo adalah pemilik dari restoran rumah makan ayam bakar wong solo tersebut. Puspo Wardoyo lahir di Solo, 30 November 1967 merupakan pengusaha pemilik Rumah Makan Ayam Bakar Wongsolo dari kota Solo. Puspo Wardoyo memiliki 7 saudara dan terlahir dari keluargan dengan ekonomi sederhana. Orang tuanya berdagang daging ayam dan membuka warung kecil. Puspo kecil membantu menyembelih ayam untuk dijual di pasar. Siang sampai malam, ia membantu orangtuanya menjajakan menu siap saji seperti ayam goreng, ayam bakar, dan menu ayam lainnya di warung milik orang tuanya di dekat kampus UNS Solo. Puspo Wardoyo sempat menjadi PNS Guru seni di SMA Negeri 1 Muntilan. Tetapi Puspo Wardoyo memilih mengundurkan diri karena ingin menjadi pengusaha.

Puspo Wardoyo mulai berprofesi sebagai penjual makanan banyak dicibir oleh temannya. Suatu waktu, temannya yang berjualan bakso di Medan pulang ke Solo, sang sahabat menyarankan agar ia pindah berjualan ke Medan. Prospek bisnis rumah makan di kota Medan sangat baik, kata sang teman. Ia tertarik dengan ajakan kawannya tersebut. Untuk mendapatkan modal, ia kembali menjadi guru, kali ini SMU di daerah Bagan Siapi-api, Riau. Puspo mempercayakan pengelolaan warungnya pada seorang kerabat. Selama 2 tahun mengajar, 1989-1991, terkumpul uang sekitar Rp 2.400.000. Dengan uang tersebut ia membeli motor dan sewa rumah kontrakan. Sisanya sekitar Rp 700.000 dipergunakan untuk modal jualan ayam bakar. Puspo lantas membuka warung kaki lima di daerah Medan Polonia, Medan.

Usahanya tidak sia-sia pelan tapi pasti usahanya berkembang. Karyawan semakin bertambah. Suatu saat salah satu pegawainya tertimpa masalah. Ia terlibat utang dengan rentenir. Puspo membantunya dengan cara meminjamkan uang. Sebagai ucapan terimakasih, sang pegawai membawa wartawan sebuah harian lokal Medan. Wartawan tersebut adalah sahabat suami pegawai yang ditolong Puspo kemudian menuliskan profilnya. Judul artikel itu Sarjana Buka Ayam Bakar Wong Solo. Artikel itu membawa rezeki bagi Puspo. Esok hari setelah artikel dimuat, banyak orang berbondong-bondong mendatangi warungnya. Kemampuan meracik dan meramu masakan didapatnya sewaktu bekerja membantu ayahnya berdagang.

Kemampuannya ini terus diasahnya sampai sekarang. Hasilnya di Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo sekarang telah ada 50 menu. Jumlah gerai RM Ayam Bakar Wongsolo sudah lebih dari 100 outlet yang tersebar diantaranya di Medan, Banda Aceh, Padang, Solo, Denpasar, Pekanbaru, Surabaya, Semarang, Jakarta, Malang, Yogyakarta dan mulai merambah Sulawesi. Usaha yang berawal dari Ayam Bakar Wong Solo kaki lima di Jalan SMA 2 Padang Golf Polonia Medan ini juga berhasil membuka 5 outlet di Malaysia. Begitulah sedikit sejarah tentang Puspo Wardoyo selaku pemilik dari rumah makan ayam bakar wong solo. Saat ini Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo memilki 61 outlet di seluruh Indonesia dan Luar Negeri.

Manajemen Ayam Bakar Wong Solo :
1. Manajemen Wong Solo menyediakan tempat
2. Menentukan lokasi sesuai dengan karakteristik Wong Solo
3. Membangun rumah makan sesuai dengan standar yang ada
4. Mengisi peralatan yang digunakan, mempergunakan perlengkapan dapur, membeli lampu merek, desain & billboard, spanduk-spanduk serta dekorasi interior
Memberikan standar-standar berupa :
– Menu Wong Solo serta cara pembuatannya
– Manajemen pengendalian persediaan, administrasi, keuangan dan pemasaran
– Manajemen pelayanan
– Manajemen SDM
5. Dukungan manajemen pengelolaan rumah makan
6. Dukungan promosi tingkat lokal maupun internasional

Paket Franchise
Wong Solo menawarkan paket Franchise selama 10 tahun (hak waralaba) dengan paket-paket sebagai berikut :
1. Paket A 1.000.000.000 dengan kapasitas 200 seats
2. Paket B 800.000.000 dengan kapasitas 150 seats
3. Paket C 600.000.000 dengan kapasitas 125 seats
4. Paket D 400.000.000 dengan kapasitas lebih kurang 80 seats Paket E 50.000.000 (kaki lima)

Dana termasuk franchise fee 10 tahun, pembangunan rumah makan, pembelian peralatan, preparasi dan pra operasi (tidak termasuk sewa tanah) Rumah makan Wong Solo mengenakan royalti fee 6% dari penjualan setiap bulan

Keuntungan-keuntungan Waralaba Wong Solo
– Jaringan yang luas tersebar di kota-kota besar di seluruh Indonesia
– Tingkat pengembalian investasi yang sangat tinggi
– Manajemen Islamic (Insya Allah sukses dunia dan akhirat)

Contoh Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo

           Ayam Bakar Wong Solo Bandung
   Ayam Bakar Wong Solo Sampit, Kalimantan
      Ayam Bakar Wong Solo Palembang

Informasi lebih lanjut hubungi:
Ayam Bakar Wong Solo
Jl. Gajah Mada, 20 M, Medan. Telepon: 061 451 3263
Email: wongsolo_yes@yahoo.com
Ir. Sugiri : 0811 611 242

Source ayam bakar wong solo Rumah makan waralaba
Comments
Loading...