Franchise I Cocoa Indonesia

Franchise I Cocoa Indonesia

Cokelat adalah salah satu komoditas yang sangat menjanjikan dan sangat prospektif jika dikelola dengan tepat. Terlebih Indonesia adalah negara produsen cokelat terbesar ke-3 di dunia, sehingga ketersediaan bahan baku biji cocoa akan selalu terjaga. Menariknya masih sangat jarang pelaku usaha minuman dengan spesialisasi cokelat.

Suma Pradana yang kerap disapa Suma mengaku mendapat ide dari perbincangannya dengan seorang rekan yang orang tuanya tergabung dalam Asosiasi Petani Kakao Indonesia. Bersama rekannya tersebut, Suma mulai melakukan trial and error mengolah cocoa sampai menjadi minuman cokelat. Keterbatasan dana membuat uji coba memakan waktu hampir setahun, karena jika tidak ada dana maka dihentikan sampai ada dana kembali.

Setelah berhasil menghasilkan racikan minuman cokelat yang pas, pada tahun 2008 Suma membuka usaha minuman cokelat dengan merek dagang I Cocoa Indonesia. Tak tanggung-tanggung Suma langsung membuka 9 outlet serentak di beberapa kota seperti Solo, Yogyakarta, Ngawi, Magetan, Madiun, dan Ponorogo yang menghabiskan modal sebesar Rp 8-10 juta/outlet. Minuman Cokelat yang didirkan Suma dan Rekan-rekannya mengusung konsep booth gerobak kaki lima dengan pemilihan lokasi yang banyak terdapat pelajar dan mahasiswa.

Strategi tersebut rupanya manjur, I Cocoa Indonesia cukup mendapat respons yang positif dari masyarakat, bahkan tidak sedikit yang ingin bermitra. Meski begitu Suma mengaku tidak ingin terburu-buru dan terlebih dahulu mematangkan konsep usaha, membenahi sistem management mengatur supply chain, dan mengurus perizinan seperti SIUP, TDP dan telah berada dibawah naungan CV Starup International.

Pada Agustus 2013 Suma memberanikan diri untuk membuka kerjasama waralaba I Cocoa Indonesia. Kini I Cocoa Indonesia telah memiliki 35 cabang milik sendiri dan 261 mitra yang tersebar di Jakarta, Bekasi, Tanggerang, Depok, Cikarang, Madiun, Ponorogo, Bali, Bandar Lampung, Palembang, hingga Dumai.

Suma untuk mendapatkan cita rasa cokelat yang otentik dimulai dari bahan baku yang berkualitas. Untuk bahan baku berkualitas, Suma bekerja sama dengan petani cokelat yang kemudian difermentasi dan diolah sampai menjadi bahan baku berupa powder cokelat siap pakai. Suma ingin menghadirkan cita rasa cokelat pekat (original) yang langsung berasal dari biji cocoa dari petani cokelat di Sulawesi.

Alasan Suma menggandeng petani cokelat, selain untuk memenuhi bahan baku, Suma ingin membantu mensejahterakan petani cokelat yang ada di Indonesia. Maka setiap ada calon mitra yang bergabung dengan I Cocoa Indonesia, petani akan mendapatkan 10% dari nilai investasi yang dibayarkan calon mitra tersebut. Suma juga membeli biji cocoa dengan harga 20% di atas harga pasaran.

I cocoa Indonesia menghadirkan 11 varian rasa cokelat dengan rasa yang paling banyak diminati yaitu Dark Knight Chocolate, Belgian Chocolate, Swiss Chocolate, Magnum Chocolate, Chocolate Hezelnute, Choco Banana, dan Choco Loco. Pilihan rasa dapat dinikmati dengan 3 cara penyajian yaitu Hot, Blended, dan Shake. Selain itu I Cocoa Indonesia juga menawarkan minuman kopi dengan varian rasa seperti Frappucino, Magnetto Machiato, Cappucinni, Ace Mocca, Vanilla Latte, Choco Expresso, Caramel Latte, dan Tiramisu.

Meski menghadirkan kualitas rasa cokelat otentik dengan bahan baku berkualitas, ternyata segmentasi pasar I Cocoa Indonesia yaitu kelas menengah ke bawah. Harga yang ditawarkan relatif terjangkau yaitu mulai Rp 7-15 ribu/cup, tidak heran bila tiap outlet I Cocoa Indonesia mampu menjual minimal 60 cup/hari, bahkan jika sedang ramai bisa mencapai 200 cup/hari. Suma sengaja memilih segmentasi pasar menengah ke bawah agar semua masyarakat dapat menikmati minuman cokelat berkualitas.

Peluang Bisnis Menjadi Mitra I Cocoa Indonesia

I Cocoa Indonesia menawarkan 2 pilihan investasi

  • Paket Frape sebesar Rp 9,5 juta yang akan dikembalikan pada mitra dalam bentuk peralatan usaha berupa booth, blender Philip, shaker+jigger, dispenser, ice bucket, timbangan digital, wadah plastik, teko air, gunting, ember, lap, seragam karyawan, dan bahan awal untuk 250 sajian.
  • Paket Premium dengan investasi sebesar Rp 168 juta.Mitra akan mendapatkan booth island, desain interior, dekorasi, meja dan kursi, counter kasir, bahan baku untuk 2000 sajian, mesin ekspreso, mesin cokelat, dan peralatan usaha lainnya.

Yang membedakan antara Paket Frape dan Paket Premium adalah dan menu yang ditawarkan dimana untuk Paket Premium ada penambahan menu seperti Cokelat Aceh, Cokelat Lampung, Cokelat Jawa, dan Cokelat Sulawesi.

Investasi tersebut berlaku untuk kontrak kerjasama selama lima tahun yang dapat diperpanjang tanpa dikenakan biaya, mitra cukup menyediakan karyawan yang akan diberi pelatihan dan luas lokasi minimal 40m2. Paket Premium maksimal luasnya 100m2, di atas itu akan dikenakan biaya tambahan untuk dekorasi.

Agar tidak terjadi persaingan antar sesama mitra maka Suma memberikan proteksi wilayah antar mitra dengan radius 3 km. Yang menarik mitra tidak dikenakan royalty fee, hanya saja khusus mitra Paket Premium akan dikenakan sharing profit sebesar 2,5% jika berhasil memenuhi target penjualan sebesar Rp 5 juta/hari. Sharing profit tersebut diberikan seluruhnya pada petani karena kembali lagi pada misi untuk mensejahterakan petani.

Untuk menjaga kualitas rasa, mitra diwajibkan membeli bahan baku utama berupa bubuk cokelat dari pewaralaba, sedangkan untuk topping mitra bebas membeli di lokasi masing-masing sesuai dengan standar yang telah ditentukan.

Buy Back Guarante

Suma menargetkan mitra balik modal dalam 6-8 bulan untuk Paket Frape sedangkan untuk paket Premium selama 1-1.5 tahun. Dengan target penjualan 50-70 cup/hari maka mitra akan mendapatkan omset sebesar Rp 10-20 juta/bulan. Setelah dikurangi biaya sewa tempat dan biaya operasional lainnya maka mitra akan mendapatkan keuntungan bersih sebesar Rp 3,5-9 juta/bulan.

Jika mitra tidak balik modal dalam 12-24 bulan maka Suma akan mengembalikan investasi yang dibayarkan oleh mitra dengan catatan mitra sudah mengikuti petunjuk yang diberikan mulai dari lokasi, hingga promosi yang dilakukan apakah sudah sesuai dengan arahan yang diberikan.

Kendala dan Promosi Usaha

Setiap usaha pasti mengalami kendala, begitu juga dengan yang dialami Suma. Suma mengaku meski telah bekerjasama dengan petani cokelat namun terkadang masih kewalahan memenuhi permintaan bahan baku untuk mitra. Solusinya Suma ingin bermitra dengan lebih banyak petani cokelat lainnya. Sedangkan untuk promosi Suma mengaku masih mengandalkan media sosial, website, dan promosi dari mulut ke mulut. Kedepannya untuk menarik lebih banyak pelanggan dan Mira Suma mengaku ingin mencoba memasang iklan di media baik cetak maupun elektronik.

Info Lebih Lanjut

I Cocoa Indonesia
Jl. Haji Amaar No. 1 Cipulir Kebayoran Lama
Telp : 081555300400+

 

Source I Cocoa Indonesia Bisnis yang Menjajikan
Comments
Loading...