Franchise Bricks 4 Kidz

Franchise Bricks 4 Kidz

Sistem belajar bagi anak-anak makin bervariasi seiring perkembangan penelitian serta sistem pendidikan modern. Lewat permainan, anak-anak dipercaya bisa distimulus perkembangan kecerdasannya. Itu sebabnya bermunculan lembaga pendidikan yang menawarkan konsep permainan sebagai program unggulan.

Salah satunya adalah Bricks 4 Kidz. Perusahaan asal Florida, AS ini dibawa ke Indonesia oleh Halima Marzoeki pada April 2014. Kekhasan lembaga pendidikan ini adalah pembelajaran disajikan lewat permainan lego. Saat ini sudah ada tiga mitra usaha yang bergabung di Kemang, Bintaro, dan Puri Indah.

Ada 160 model lego yang digunakan sebagai media pembelajaran. Lego tersebut didesain khusus master franchise di AS. Paket investasi kemitraan ini senilai Rp 500 juta untuk kerjasama 10 tahun. Mitra akan mendapat 10 set permainan lego, 550 duplo, dukungan usaha meliputi analisis teritori, bimbingan untuk bisa menjalin kerjasama dengan sekolah-sekolah, pelatihan guru serta pendampingan yang berkelanjutan.

Selama setahun pertama, mitra ditarget memiliki 70 siswa. Pendapatan bersumber dari uang masuk per anak. Pre School Program untuk anak berumur 3 tahun−4 tahun biayanya Rp 1 juta untuk 6 sesi atau per paket. Pada After School Program untuk anak 5 tahun −7 tahun biayanya juga sama.

Ada pula program karyawisata mulai dari Rp 150.000 per anak untuk 2 jam, program pesta ulang tahun mulai dari Rp 5 juta untuk 15 anak, workshop, mengisi ekstrakurikuler di sekolah dan lainnya. Omzet bervariasi tergantung mitra mengembangkan usahanya.  

Omzet mitra bisa mencapai Rp 32 juta per bulan dari rata-rata biaya yang dikutip tiap anak sebesar Rp 200.000 per sesi. Biaya per anak juga bisa berbeda untuk opsi kerjasama lembaga ini dengan sekolah. Briks 4 Kidz Indonesia di Kemang misalnya, menjalin kerjasama dengan Jakarta International School, Australia International School, dan lainnya. Mitra dikenakan biaya royalti 7% dari omzet per bulan.

Sebelum anak-anak membuat model lego tertentu, guru akan mengajarkan konsep dasar tentang science, technology, engineering dan mathematics (STEM) dari model yang akan dibuat. Setelah itu, anak-anak dapat memodifikasi model tersebut sesuai dengan kreativitas dan imajinasi mereka.

Amir Karamoy, pengamat waralaba menilai, beberapa tahun terakhir, minat orang tua murid untuk menyekolahkan anaknya ke sekolah berkualitas kian bertumbuh. Dengan begitu, pasar untuk bisnis pendidikan dengan konsep mainan tetap ada.

Yang membatasi berkembangnya hanyalah segmentasi yang sempit, yaitu untuk mereka yang memiliki kemampuan ekonomi menengah ke atas. Sehingga tantangan selanjutnya bagi mitra adalah bagaimana meyakinkan target pasar bahwa program pendidikan ini hal yang penting.

Contoh Outlet

Info Kemitraan

Bricks 4 Kidz Indonesia

Jl. Benda Raya No. 5, Jl. Kemang Selatan, Jakarta

Telp. (021) 7802766

Source Franchise Bricks 4 Kidz Bricks 4 Kidz
Comments
Loading...