Franchise Di Hoek Barbershop

Franchise Di Hoek Barbershop

Jika pada umumnya tempat potong rambut pria hanya terdiri dari sederet kursi potong sederhana, biasanya menghadap cermin berukuran lebar, dan kursi tunggu sederhana di pojok ruangan, di Di Hoek Barbershop tidak demikian. Pelanggan yang menunggu giliran shaving atau creambath, bisa menikmati secangkir Caffee Latte, Chocolate Melt Brownies, atau Sirloin Steak di sofa empuk.

Di Hoek Barbershop memang istimewa. Salon cenderung ke perempuan. Barbershop cenderung laki-laki. Di Hoek memiliki konsep barber shop tapi pelayanan serupa dengan salon kecantikan, pemilik Di Hoek Barbershop. Wenda mengaku terinspirasi membuat bisnis sejenis sekembalinya dari Amerika Serikat.

Pada tahun 2009, Wenda merintis barber shop yang nyaman di jalan Benda Di Hoek, Kemang, Jakarta Selatan. Ketika barber shop dia pindah lokasi ke jalan Kemang Selatan, Jakarta Selatan, brand Di Hoek masih tetap dipertahankan.

Ia mengeluarkan modal awal sekitar Rp100 juta untuk membeli perlengkapan salon, termasuk beberapa kursi antik salon khusus pria model Takara. Adapun Rp 60 juta lainnya ia alokasikan untuk menyewa tempat di lokasi baru. Ia mendesain barber shop-nya senyaman mungkin. Ruangan dilengkapi AC, wifi, televisi dengan saluran internasional, kafe, dan majalah. Beberapa benda yang ada di ruangan itu berasal dari barang recycle, seperti tong yang disulap menjadi meja atau sedotan yang beralih rupa menjadi kap lampu.

Selain melayani jasa potong rambut (cutting), Di Hoek juga melayani cuci rambut (washing), creambath, pewarnaan (coloring), hingga cukur jenggot, kumis, dan jambang (shaving). Wenda mematok tarif premitun untuk bisnisnya. Untuk classic cut, pelanggan harus membayar Rp 60.000, sudah termasuk cuci rambut dan massage. Jika pelanggan ingin merapikan jenggot, kumis, atau jambang, maka ia harus membayar Rp 25.000. Sedangkan creambath tarifnya Rp 40.000. Kalau pelanggan tidak puas, pelanggan boleh kembali dalam waktu dua hari tanpa dikenakan biaya sepeser pun.

Keistemewaan bisnis ini terletak pada kebersihan dan kerapian. Sehabis dirapikan rambutnya, pelanggan akan diberi handuk hangat, di-massage, dicuci rambutnya, dan diberi treatment lain, seperti creambath atau mewarnai rambut dengan warna-warna gaul masa kini. Ada beberapa pelanggan mencukur rambut dulu sebelum ke kantor. Di Hoek Barbershop menjamin tidak akan meninggalkan potongan rambut di pakaian pelanggan. Ia menyebut Ajie Pangestu, dan Tukul sebagai selebritis langganan, selain beberapa nama pengusaha, pejabat dan ekspatriat.

Di bulan pertama pendirian usaha, Di Hoek hanya mendapatkan 20 tamu (pelanggan) per bulan. Tujuh bulan pertama belum bisa menghasilkan. Baru di bulan ke delapan, pelanggan yang datang mencapai 30-an, dan mencapai dua kali lipat di akhir pekan. Saat ini, tiap gerai Di Hoek mampu mendapatkan pelanggan 500 hingga 1.000 orang.

Salon yang beroperasi dari pukul 9.00 hingga 21.00 ini cukup aktif dalam berpromosi, selain beriklan di media, Di Hoek juga menyebar brosur, dan memberikan berbagai promo menarik. Tiap bulan, barber shop ini mencatatkan omset sekitar Rp 50 jutaan. Selain di Kemang, Wenda memiliki gerai di Cikajang, Jakarta Selatan. Tahun depan, Wenda berencana membuka gerai di Bali dan mulai menawarkan sistem franchise.

Contoh Outlet

Info Lengkap Hubungi

Jl. Kemang Selatan 8 no C4
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12730
Highlights info row image+62 21 9691 3435 (Kemang) & +62 21 723 4011 (Cikajang)
Source Franchise Di Hoek Barbershop Di Hoek Barbershop
Comments
Loading...