Franchise Gerai Kue First Love Patisserie

Franchise Gerai Kue First Love Patisserie

Peluang bisnis di sektor kuliner seakan tidak ada matinya. Dari tahun ke tahun berbagai inovasi serta menu baru terus bermunculan. Salah satunya pada kuliner kue dan roti. Darren Kung bersama rekannya Hoe Eng lewat bendera First Love Patisserie, mencoba mencecap peruntungan di sektor ini dengan mendirikan toko kue.

Mereka menyajikan menu utama hokkaiodo thousand layer cake. Sekilas, kue ini mirip dengan lapis Surabaya, karena memiliki banyak lapisan. Yang membedakannya adalah tekstur kue ini lebih lembut karena terdiri dari krim dan crepes tipis yang lembut.

First Love Patisserie merupakan pionir kue jenis hokaiddo thousand layer di Jakarta. Kue ini berasal dari Prancis yang populer disebut jenis mille crepes. Darren membuka gerai pertama pada 2010 di Jakarta. Merek lokal asli Indonesia ini sudah melebarkan sayap hingga ke Malaysia dan Singapura. First Love Patisserie lantas menawarkan kemitraan di tahun 2013.

Saat ini sudah ada 17 gerai yang beroperasi, yakni 11 milik sendiri dan sisanya milik mitra yang tersebar di Jakarta, Semarang, Surabaya, Tangerang, Bogor, dan Palembang. First Love Patiserrie menyediakan paket investasi Rp 1 miliar dengan gerai berkonsep kafe. Mitra akan mendapat hak lisensi merek selamanya, survei lokasi, bahan baku awal, peralatan lengkap, SOP, desain ruangan, project management, dan pelatihan karyawan.

Nilai di atas belum termasuk sewa tempat. Pusat akan mengutip biaya royalti 5% dari omzet saban bulan. Mitra juga wajib memasok produk dan kemasan dari pusat. Tersedia 10 varian rasa kue seperti French vanilla, red velvet, oreo, carrot cake, cappucino, hingga tiramisu. Harga jual Rp 29.000−Rp 30.000 per potong atau Rp 188.000−Rp 375.000 per loyang.

Dalam sehari, rata-rata target penjualan sekitar 15 kue−30 kue, sehingga omzet yang bisa didapat mitra bisa sampai Rp 200 juta per bulan. Setelah dikurangi biaya pembelian kue, gaji pegawai, sewa tempat dan biaya operasional lainnya, mitra masih bisa meraup laba sekitar 25%. Kalau dihitung-hitung balik modal sekitar 18 bulan−24 bulan.

Luas tempat usaha minimal 60 m² di mal dengan 10 karyawan. Agnes menyampaikan keunggulan kue di gerai ini adalah citarasa yang cocok di lidah semua orang karena berbahan baku segar, tanpa bahan pengawet ataupun pewarna buatan.

Christine Wuryanano, Konsultan Waralaba sekaligus pemilik Swastika Prima Entrepreneur College, bilang bahwa bisnis kue tetap menarik. Namun, dengan nilai investasi yang besar, calon mitra harus mencermati target balik modal. Agar calon mitra tertarik, pusat harusnya bisa memberi garansi misalnya jika target balik modal meleset. Apalagi jika merek usaha belum begitu dikenal.

Contoh Outlet

Info Kemitraan

First Love Patisserie

Jalan KH. Mas Mansyur, Cideng, Jakarta Pusat

Hp: 085959059888

Source http://peluangusaha.kontan.co.id/ http://peluangusaha.kontan.co.id/news/mencicipi-manisnya-bisnis-toko-kue
Comments
Loading...