Franchise, Solusi Pengembangan Bisnis Dengan Modal Tipis

Franchise, Solusi Pengembangan Bisnis Dengan Modal Tipis

Tahun 1850 saat Isaac Singer menemukan mesin jahit merk ‘Singer’. Saat itulah saat di mana sistem franchise atau waralaba dimulai. Waktu itu, pengusaha asal Amerika Serikat itu kesulitan modal untuk ekspansi dan tenaga kerja pengajar. Untuk mengajarkan seseorang cara menjahit yang waktu itu belum familiar.

Maka, mereka menjual hak merk mereka untuk perusahaan yang mau menjual mesin jahit merk ‘Singer’ di belahan dunia lain. Sistem itulah yang membawa makanan cepat saji McDonald’s ke Indonesia tahun 1991. Franchise sendiri berasal dari kata ‘enfranchise’ yang berarti kebebasan.

Dengan sistem yang tidak membutuhkan modal yang banyak, tak heran bila ini diadaptasi beberapa perusahaan termasuk perusahaan lokal yang masih tergolong usaha kecil dan menengah dalam negeri. Model bisnis franchise (waralaba) akhir-akhir ini semakin banyak diminati oleh masyarakat Indonesia.

Seiring semakin banyaknya para pelaku usaha franchise. Bisnis ini terus berkembang ke berbagai macam jenis dari mulai waralaba makanan-minuman, kesehatan, pendidikan, jasa dan banyak lagi. Para pelaku bisnis waralaba ini juga datang dari berbagai latar belakang.

Misalnya Rusdi, pewaralaba yang memiliki usaha waralaba jenis minuman Lovely Jello. Sebelumnya Rusdi adalah karyawan di sebuah perusahaan operator seluler. Sejak tahun 2009 ia memulai usahanya ini. Pada waktu itu Rusdi melakukan usahanya ini dengan tujuan menambah pemasukan. Dengan kata lain usahanya ini merupakan usaha sampingan.

Hingga akhirnya ia memutuskan keluar dari pekerjaannya dan lebih fokus pada usaha waralabanya. Sejak tahun 2010 lalu, Rusdi pun memutuskan untuk mengadaptasi sistem waralaba dalam mengembangkan usahanya. Sampai saat ini, kata Siska, Lovely Jello sudah memperkerjakan 15 orang untuk di bagian produksi.

Hingga kini, produk minuman jelly tersebut sudah dijamah oleh lebih dari 19 kota di seluruh Indonesia. Antara lain adalah Batam, Tanjung Pinang, Riau, Bontang, Samarinda, Sangata, Semarang, SurabayaJakarta, Gorontalo, Makassar, Kediri, Jombang, Ngawi, Ponorogo, Bandung, Lampung, Balikpapan, Pontianak, dan beberapa kota lain. Secara keseluruhan, telah ada 180 outlet Lovely Jelly di Indonesia.

Lain pula halnya dengan waralaba Apotek yang buka 24 jam, K-24. Dr Gideon Hartono, sebagai pendiri waralaba ini memulai usahanya sejak tahun 2002 di Yogyakarta. Ketika itu latar belakang ia memulai usahanya ini karena pengalaman pribadi.

Ketika itu, dr. Gideon memulai usaha apoteknya dengan prinsip ingin menjadikan masyarakat Indonesia lebih sehat. Setelah usaha apoteknya ini semakin berkembang maka pada 2005 pun Gideon mewaralabakan usaha apoteknya.

Source https://www.merdeka.com/ https://www.merdeka.com/uang/franchise-solusi-pengembangan-bisnis-dengan-modal-tipis.html
Comments
Loading...