Franchise Zushioda Yatai

Franchise Zushioda Yatai

Peluang usaha makanan asing memang sudah sejak lama menarik perhatian. Salah satunya sushi yang merupakan salah satu olahan kuliner Jepang yang disukai masyarakat di tanah air. Tidak sedikit dari pelaku usaha sushi yang bermunculan di tanah air menawarkan kemitraan usaha untuk mengembangkan usaha. Usaha yang dirintis Aditya Yodha pada pertengahan 2009 ini menawarkan sushi dengan konsep kaki lima. Sejak berdiri, Aditya langsung menawarkan peluang kerjasama.

Pada tahun 2014 silam, tercatat ada15 gerai mitra yang beroperasi tersebar di Jakarta, Bekasi, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Bali, dan kota lainnya. Saat ini Zushioda sudah memiliki 28 gerai, yakni 27 gerai milik mitra yang tersebar di Jawa, Bali Sumatra, Kalimantan, hingga Sulawesi dan satu gerai pusat yang ada di Galaxi City, Bekasi. Sejak tahun 2012 bisnisnya mulai berkembang baik. Ini terlihat dari banyak mitra yang mau bergabung. Kondisi ini terus berlanjut hingga tahun 2015.

Sementara untuk paket investasi, terjadi peningkatan dari Rp 75 juta menjadi  Rp 80 juta. Kenaikan nilai investasi tentunya diimbangi dengan menu yang kian beragam. Zushioda kini tidak hanya menyediakan menu sushi, tetapi juga menu di luar sushi, seperti ramen dan snack ala Jepang.

Total ada 60 menu campuran dengan 10 menu sushi. Kedai sushi ini membanderol menu dengan kisaran harga Rp 15.000 hingga Rp 25.000 per porsi, kecuali menu Ryujin Roll yang dijual Rp 65.000 per porsi. Sistem kemitraan yang diterapkan oleh Aditya cukup sederhana. Pada paket Rp 80 juta, mitra akan dapat peralatan lengkap, booth dan bahan baku  awal. Itu di luar biaya sewa tempat, karyawan dan perlengkapan kedai seperti kursi dan meja. Pusat tidak mengutip biaya royalti atau bagi hasil per bulan, namun semua bahan baku impor per bulan wajib diambil dari pusat.

Rata-rata omzet yang diperoleh para mitra daerah Jabotabek sekitar Rp 3 juta–Rp 5 juta per hari. Praktis dalam satu bulan mereka bisa mengantongi Rp 90 juta–Rp 150 juta per bulan. Laba bersih yang dikantongi para mitra mencapai 30%–40% dari omzet per bulan. Dari situ, target balik modal sekitar lima bulan. Hal tersebut terjadi karena terkendala mahalnya sewa tempat dan gaji karyawan.

Aditya mengaku kendala lain yang dihadapi oleh dirinya yakni sulitnya mengontrol cabang dengan jumlah banyak dan lokasi yang berjauhan. Karena kendala itulah, Aditya berusaha membatasi mitra yang mau bergabung di tahun ini. Aditya lebih selektif juga kalau memilih investor. Lebih baik cabang sedikit tapi bisa terurus daripada banyak tapi sulit untuk mengurusnya.

Contoh Outlet

Info Kemitraan

Source Franchise Zushioda Yatai Zushioda Yatai
Comments
Loading...