Genjot Waralaba, 4 Permendag Disederhanakan

Genjot Waralaba, 4 Permendag Disederhanakan

Demi meningkatakan jumlah surat tanda pendaftaran waralaba (STPW), pemerintah berencana untuk menyederhanakan 4 peraturan menteri perdagangan. Aturan tersebut a.l. Permendag No 53 Tahun 2012 Tentang Penyelenggaraa Waralaba, Permendag No 68 Tahun 2012 Tentang Waralaba dan Jenis usaha Toko Modern, Permendag No 07 Tahun 2013 Tentang Kemitraan Waralaba, dan Permendag No 70 Tahun 2013. Tentang Pedoman Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat perbelanjaan dan Toko Modern.

Pemerintah ingin meningkatkan jumlah pendaftaran waralaba, tetapi dengan banyaknya peratuan yang berlaku membuat pelaku usaha kesulitan. STPW berlaku selama periode 2013-2018, berjumlah 210, terdiri dari 79 Pemberi Waralaba Luar Negeri, 75 Pemberi Waralaba Dalam Negeri, 44 Penerima Waralaba Luar Negeri, 8 Pemberi Waralaba lanjutan, dan sisanya STPW perpanjangan.

Waralaba Luar Negeri masih didominasi oleh bidang usaha kuliner (restoran, rumah makan, kafetaria, makanan dan minuman). Menyumbang 60,7% dari total waralaba asing terdaftar. Usaha ritel menyumbang 13,1% dan pendidikan 11,9%.

Waralaba merek dalam negeri, usaha kuliner menyumbang 41% (Jasa Makanan dan Minuman, Kafetaria, Restoran dan Rumah Makan). Bidang jasa pendidikan menyumbang 11,5%. Usaha jasa kecantikan (salon, spa, perawatan tubuh, klinik kecantikan) menyumbang 9%. Usaha ritel (Toko Modern) sebesar 7,7%.

Setikdaknya ada tiga penyederhanaan regulasi waralaba. Pertama, Iqbal menjelaskan, pemerintah berencana untuk menghilangkan batas maksimum jumlah gerai waralaba, yakni 150 untuk toko modern dan 250 untuk frencise makanan dan minuman.

Kedua, pemberi waralaba akan diperbolehkan untuk menunjuk lebih dari satu penerima waralaba, tetapi dengan pembagian wilayah yang sudah disetujui dalam perjanjian usaha waralaba. Dengan aturan tersebut, katanya, pemberi waralaba dari luar negeri bisa ditanyai ketika hanya memberikan hak kepada satu penerima waralaba.

Ketiga berdasarkan bahan paparannya, pemerintah juga akan menghapus ketentuan penggunaan bahan baku, peralatan, barang dagangan wajib minimal 80% produk dalam negeri. Ketentuan tersebut akan diganti menjadi pengutamaan penggunaan barang dan/jasa hasil produksi dalam negeri. Selain itu, pelaku usaha wara laba akan diminta untuk mengutamakan pengolahan bahan baku dari dalam negeri.

Source http://industri.bisnis.com/ http://industri.bisnis.com/read/20180829/12/832661/genjot-waralaba-4-permendag-disederhanakan
Comments
Loading...