Hal Yang Perlu Diperhatikan Memulai Usaha Waralaba

Hal Yang Perlu Diperhatikan Memulai Usaha Waralaba

Di Indonesia terdapat berbagai macam usaha waralaba yang ditawarkan. Contoh beberapa jenis usaha tersebut yaitu waralaba mini market, rumah makan, kafe, pendidikan, percetakan, laundry, jasa website dan lain sebagainya.

Waralaba adalah aset aktif berbentuk bisnis, maka ini termasuk dalam tahap ke-dua dalam proses perencanaan keuangan seseorang. Dengan demikian seseorang telah memasuki tahap mengaktifkan aset yang telah dimiliki menjadi produktif.

Menurut Asosiasi Franchise Indonesia, waralaba merupakan suatu sistem pendistribusian barang atau jasa kepada pelanggan akhir, dimana pemilik merek (franchisor) memberikan hak kepada individu atau perusahaan untuk melaksanakan bisnis dengan merek, nama, sistem, prosedur dan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu meliputi area tertentu.

Beberapa istilah yang perlu diperhatikan dalam waralaba (asing dan domestik):

  • Franchisor atau pemberi waralaba, merupakan badan usaha atau perorangan yang memberikan hak kepada pihak lain untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas usaha yang dimilikinya.
  • Franchisee atau penerima waralaba, merupakan badan usaha atau perorangan yang diberikan hak untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas yang dimiliki pemberi waralaba.

Waralaba asing pastinya sudah memiliki standar operasional yang ketat karena mereka tidak ingin terjadi hal-hal yang dapat membuat reputasi mereknya menjadi rusak. Ada juga waralaba domestik yang telah memiliki standar operasional cukup ketat, biasanya terdapat pada jenis waralaba mini market, karena hal ini menyangkut logistik, serta distribusi yang harus dimiliki secara baik.

4 hal yang harus menjadi fokus pemegang franchise adalah:

Fee Royalti.

Fee royalti untuk waralaba asing pastinya akan mahal, mengingat reputasi perusahaan atau merek yang akan diwaralabakan. Perlu memperhatikan apakah ada kenaikan royalti untuk tahun-tahun berikutnya. Terkadang pemilik waralaba (principal) akan melakukan evaluasi terhadap biaya royalti tersebut. Hal ini bisa dimungkinkan apabila pemilik waralaba melihat keberhasilan dari franchisee yang melakukan usaha tersebut.

Tempat usaha.

Perlu diperhitungkan secara seksama, apakah tempat usaha perlu dimiliki atau hanya menyewa. Karena  berpengaruh pada kelangsungan usaha waralaba yang sedang dijalani apakah akan berhasil atau mengalami kerugian pada tahun berikutnya. Biasanya hal ini banyak terjadi pada usaha restoran atau kafe.

Modal usaha.

Ada beberapa pemilik waralaba memberikan modal usaha, akan tetapi hal ini tergantung pula pada hasil penilaian principal. Lebih banyak franchisee menggunakan modal sendiri karena hal ini bisa menjadi penilaiaan dari keseriusan franchisee dalam melakukan usaha waralaba tersebut.

Arus Kas Usaha.

Suatu Hal terpenting dalam membangun sebuah bisnis yaitu pendapatan. Apa gunanya membangun usaha sekalipun itu waralaba, akan tetapi tidak menghasilkan pendapatan. Cashflow Management yang baik perlu diterapkan apapun usaha Anda. Bukan besaran omset yang paling penting namun apakah usaha Anda memberikan keuntungan atau tidak.

Source hal yang diperhatikan 4 hal yang wajib
Comments
Loading...