Jaga Bisnis, Midi Utama Selektif Ekspansi Gerai Lawson

Jaga Bisnis, Midi Utama Selektif Ekspansi Gerai Lawson

PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) memastikan akan selektif dalam hal ekspansi gerai convenience store (minimarket) dengan brand Lawson. Oleh sebab itu, sejauh ini perseroan masih berniat untuk fokus untuk menempatkan gerai Lawon di area perkantoran maupun fasilitas publik.

Sejauh ini pihaknya memang masih mencari dan mencoba menyesuaikan model bisnis yang tepat untuk dapat mengembangkan Lawson. Untuk itu, emiten ini sepenuhnya memahami, penting untuk tidak terlalu agresif dalam hal menambah jaringan convenience store tersebut.

Di sisi lain, karena Midi Utama Indonesia juga memiliki Alfamidi dan Alfamidi Super, perseroan pun akan berupaya mengembangkan masing-masing bisnis dengan karateristiknya sehingga eksistensi ketiganya dapat terjaga. Ia memaparkan, baik Alfamidi dan Alfamidi Super lebih fokus terhadap groceries, atau daily basic needs, sedangkan Lawson hanya convenience store.

Sejauh ini kontribusi bisnis Lawson baru berkisar 2-3 persen terhadap pendapatan yang Midi Utama Indonesia bukukan. Berdasarkan kondisi tersebut, memang belum signifikan tapi emiten berkode MIDI ini secara bertahap terus menambah gerai dari Lawson.

Pada akhir 2016 pihaknya telah membuka 35 gerai Lawson. Kemudian, sejak Januari-9 Agustus lalu perseroan telah menambah dua outlet baru dan diyakini masih dapat bertambah tiga lagi pada sisa semester II ini.

Di samping tidak ingin terlalu agresif dalam hal membuka gerai, ia menyatakan, sejak 2013 Midi Utama Indonesia sudah fokus untuk menaikkan kinerja outlet Lawson yang ada. Berpatokan dengan strategi itu, ia mengakui, pihaknya juga pernah menutup gerai Lawson yang dari sisi kinerja dinilai kurang baik.

Selanjutnya, dalam ekspansi gerai, sejauh ini perseroan memiliki kebijakan untuk hanya menyewa bukan membeli. Sejalan dengan fokus pembukaan gerai di area perkantoran dan fasilitas publik, baru-baru ini Lawson telah merambah bisnis di area stasiun kereta api. Contohnya itu, pembukaan gerai di Stasiun Sudirman ataupun di Stasiun Manggarai.

Sebelumnya, salah satu convenience store yang menempati wilayah tersebut adalah 7-Eleven. Sedangkan, sejak 30 Juni lalu secara resmi PT Modern Internasional Tbk (MDRN) selaku induk dari PT Sevel Modern Indonesia (MSI), yang memegang izin franchise di Indonesia memutuskan untuk menghentikan dan menurup seluruh gerai 7-Eleven sebagai akibat penurunan bisnis yang dibukukan.

Mengenai bisnis ritel Midi Utama Indonesia, analis senior PT Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan, untuk dapat mengembangkan semua brand yang dimiliki emiten tersebut perlu konsisten dalam hal membuat perbedaan strategi bisnis. Misalnya itu, dari sisi barang yang tersedia, kemudahan yang ditawarkan, bahkan penempatan lokasi gerai.

Walau saat ini 7-Eleven sudah tidak beroperasional lagi di Indonesia, Reza mengimbau agar Midi Utama Indonesia tidak lantas terlena. Sebab, inovasi senantiasa tetap diperlukan, baik dalam hal bersaing dengan kompetitor yang ada ataupun yang akan muncul di masa mendatang.

Selanjutnya, secara terpisah Analis PT Mirae Aset Sekuritas Christine Natasya meyakini bahwa prospek pertumbuhan kinerja dari emiten ritel. Khususnya yang menawarkan layanan makanan dan minuman masih ada pada semester II ini.

Source http://www.beritasatu.com/ http://www.beritasatu.com/bisnis/450377-jaga-bisnis-midi-utama-selektif-ekspansi-gerai-lawson.html
Comments
Loading...