Jasa Pengelolaan Waralaba Makin Moncer

Jasa Pengelolaan Waralaba Makin Moncer

Pertumbuhan bisnis waralaba ikut menyemai bisnis jasa konsultasi dan pengelola sistem waralaba. Mereka memudahkan pemilik usaha membuat sistem, memasarkan, dan mengelola bisnis waralaba mereka. Tarifnya cukup mahal.

Minat berbisnis tumbuh subur beberapa tahun belakangan ini. Buktinya, banyak muncul pebisnis-pebisnis baru. Sebagian besar dari mereka muncul lewat jalur instan, yakni membeli jaringan kemitraan atau waralaba.

Data dari Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) menunjukkan, pada tahun 2005, jumlah pemilik bisnis kemitraan atau waralaba hanya sekitar 336, baik pemain lokal maupun asing. Kini, jumlahnya sudah melesat menjadi 1.010 pemilik bisnis.

Dari jumlah itu, hanya 8% yang benar-benar menerapkan sistem waralaba (franchise). Sisanya merupakan kemitraan atau business opportunity (BO). Maklum, sistem bisnis waralaba jauh lebih sulit ketimbang kemitraan.

Lonjakan jumlah pelaku usaha itu juga ikut mendongkrak pencapaian omzet jejaring bisnis ini. Masih mengutip data AFI, pada tahun 2007, omzet yang dikumpulkan para pelaku bisnis kemitraan dan waralaba bisa mencapai Rp 81 triliun. Setahun berikutnya, omzet itu tumbuh 15% menjadi Rp 93 triliun. Tahun lalu, omzet bisnis mereka tumbuh tipis, sekitar 2,1%, menjadi Rp 95 triliun.

Tahun 2010, omzet bisnis kemitraan dan waralaba bisa mencapai Rp 114 triliun atau naik sekitar 20,6% dari tahun lalu. Tiap tahun, pertumbuhan business opportunity mencapai 10%–15%, sedangkan franchise hanya sekitar 2%.

Umumnya, sistem waralaba dikembangkan dan dipasarkan sendiri oleh pewaralaba (franchisor). Tapi, belakangan ini, pertumbuhan jejaring waralaba dan kemitraan tidak lepas dari peran jasa pengelola waralaba atau biasa disebut juga franchise management.

Secara garis besar, franchise management merupakan pihak yang menempatkan diri sebagai jembatan antara pengusaha yang ingin menawarkan kemitraan dan waralaba dengan investor yang sedang mencari peluang bisnis.

Cuma, fungsi franchise management tak sekadar membikin sistem waralaba atau kemitraan atas pesanan franchisor. Mereka juga menggarap pengembangan dan kelangsungan bisnis waralaba itu. Salah satu pemain di bisnis ini adalah PT SynergyBiz. Pengalaman sang pemilik sekaligus Presiden Direktur SynergyBiz Sugeng Santoso menjadi pemicu munculnya perusahaan ini setahun silam di Jakarta.

Sugeng pernah ditelantarkan oleh pemilik waralaba (franchisor) tatkala menjadi franchisee usaha ayam goreng. Ia merasa franchisor tidak mengurusi saya selama menjadi mitra. Usahanya tidak berkembang. Franchise management bisa menjawab permasalahan utama bisnis waralaba dan kemitraan selama ini. Yaitu, bisnis cepat mati lantaran tidak dikelola dengan baik.

Saat ini, SynergyBiz sudah menjadi induk semang toko roti merek Cizz yang telah diwaralabakan sejak tahun ini. SynergyBiz juga tengah menyiapkan tiga usaha waralaba di bidang properti, salon, serta makanan dan minuman untuk diluncurkan tahun depan.

Source http://peluangusaha.kontan.co.id/ http://peluangusaha.kontan.co.id/news/jasa-pengelolaan-waralaba-yang-makin-moncer-1
Comments
Loading...