Kebab Turki Baba Rafi Optimistis Raih 4.000 Outlet di Tiga Benua

Kebab Turki Baba Rafi Optimistis Raih 4.000 Outlet di Tiga Benua

Kebab Turki Baba Rafi merupakan merek lokal yang mengelola jaringan gerai kebab – sekarang telah genap berusia 10 tahun. Selama satu dekade eksistensinya, Kebab Turki Baba Rafi telah mengukuhkan diri sebagai The World’s Biggest Kebab Chain. Dengan memiliki lebih dari 1.200 outlet dan lebih dari 1.900 karyawan di Indonesia, Malaysia dan Filipina.

Dalam lima tahun ke depan, usaha yang didirikan pasangan muda Hendy dan Nilamsari Setiono. Telah merilis rencana besar untuk terus menguasai pasar lokal dan memperluas eksistensinya di tiga benua, Asia, Eropa dan Timur Tengah.

Penawaran menarik dan keikutsertaan di berbagai pameran menjadi salah satu cara Kebab Turki Baba Rafi meraih investor baru. Untuk wilayah Eropa, outlet pertama Kebab Turki baba Rafi akan dibuka di Belanda dalam tiga hingga lima bulan mendatang. Kemudian bergulir hingga dibuka masing-masing 20 outlet di Belanda, Jerman, Belgia dan Inggris.

Peluang pasar waralaba kebab di dalam negeri dan luar negeri masih sangat besar. Karena masyarakat sudah mengenal makanan kebab. Minat berwirausaha pun makin berkembang hingga dan memiliki investasi franchise adalah salah satu yang jadi pilihan berusaha.

Optimisme Hendy bukannya tak beralasan, selama 10 tahun ini, Kebab Turki Baba Rafi memiliki kinerja yang solid. Hal ini ditunjukkan dengan jumlah investor dan outlet yang terus bertumbuh dari tahun ke tahun. Bagi Nilamsari Setiono, yang mendirikan usaha ini bersama Hendy dan saat ini menjabat sebagai Direktur Pemasaran Baba Rafi Enterprise, eksistensi 10 tahun ini memiliki kesan tersendiri.

Berawal dari Kebab Turki Baba Rafi, bisnis keduanya telah berkembang. Mereka mendirikan perusahaan induk Baba Rafi Enterprise yang menaungi bisnis waralaba Ayam Bakar Mas Mono dan Bebek Garang, dua usaha kuliner yang sebelumnya sukses dikelola seorang pebisnis, namun kemudian bergabung dengan Baba Rafi Enterprise untuk dikembangkan dengan konsep waralaba.

Berkat tangan dingin Hendy dan Nilam serta sistem dan dukungan tim yang solid, Ayam Bakar Mas Mono berkembang dari 5 outlet yang dimiliki dan dioperasikan sendiri, kini telah memiliki 60 cabang, 38 di antaranya dimiliki investor, termasuk 1 outlet di Malaysia.

Sementara untuk Bebek Garang, telah berkembang dari 5 outlet yang dimiliki dan dioperasikan sendiri, kini setelah bergabung dengan Baba Rafi Enterprise, telah dibuka 10 restoran/outlet yang di antaranya dimiliki investor.

Hebatnya lagi, Baba Rafi Enterprise juga tengah mengembangkan sebuah makanan lokal yang potensial asal Yogyakarta: Cokro Tela Cake. Keberhasilan Kebab Turki Baba Rafi selama 10 tahun ini. Kiprahnya mengembangkan merek-merek kuliner lokal lainnya.

Merupakan pembuktian bahwa merek lokal Indonesia bisa menembus dan sukses di pasar internasional. Hal ini tentunya semakin memacu kreativitas dan motivasi para pengusaha lokal untuk menciptakan produk dan jasa yang berdaya saing di skala internasional.

Source http://www.beritasatu.com/ http://www.beritasatu.com/kuliner/137189-kebab-turki-baba-rafi-optimistis-raih-4000-outlet-di-tiga-benua.html
Comments
Loading...