Kelemahan Konsep Bisnis Sevel di Indonesia

Kelemahan Konsep Bisnis Sevel di Indonesia

PT Modern Sevel Indonesia belum lama ini mengumumkan proses akuisisi bisnis 7-Eleven alias Sevel di Indonesia kepada PT Charoen Pokphand Restu Indonesia (CPRI). Pengambilalihan kepemilikan jaringan waralaba modern 7-Eleven (Sevel) di Tanah Air, diyakini terjadi seiring penurunan omzet dalam beberapa tahun terakhir.

Ketua Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI) Levita Supit mengungkapkan, ambruknya bisnis Sevel ditengarai karena waralaba asal Negeri Paman Sam tersebut tidak menggunakan konsep franchise terhadap gerai-gerainya di Indonesia. Gerai Sevel yang tersebar di beberapa wilayah di Tanah Air tersebut dikelola hanya oleh PT Modern Sevel Indonesia.

Beberapa waktu lalu, kata dia, Sevel sempat membuka peluang kerja sama. Hanya saja, yang mereka tawarkan bukanlah konsep franchise. Melainkan, investor hanya diberikan tempat saja sedangkan pengelolaan operasional tetap berada di bawah kendali perseroan.

Levita juga menilai merosotnya kinerja Sevel juga disebabkan lantaran mereka tidak menyebar gerai-gerainya di seluruh Indonesia. Bahkan, pada tahap awal mereka hanya membuka gerai di Jakarta. Jika gerai mereka tersebar di seluruh wilayah, maka kerugian akan bisa disubsidi silang oleh gerai yang mengalami keuntungan.

Source https://ekbis.sindonews.com/ https://ekbis.sindonews.com/read/1200122/34/kelemahan-konsep-bisnis-sevel-di-indonesia-1493126581
Comments
Loading...