Kemendag: Aturan Ritel Cegah Monopoli Bisnis

Kemendag: Aturan Ritel Cegah Monopoli Bisnis

Akhir bulan lalu, Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) nomor 68/M-DAG/PER/10/2012 mengatur bisnis ritel dengan sistem waralaba diterbitkan. Kalangan pengusaha mempertanyakan salah satu aturan yang mewajibkan pemilik waralaba mengajak investor lain terlibat ketika gerai milik sendiri sudah mencapai 150 unit.

Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi menilai kemunculan permendag itu telah terkesan negatif karena pemerintah dinilai bersikap otoriter menghambat perkembangan ritel dan toko modern yang menggunakan sistem waralaba, seperti yang dilakukan Indomaret atau Lawson.

Dari hasil pantauan pemerintah, beberapa ritel dan toko modern, termasuk minimarket yang menjamur di Indonesia, ternyata dimiliki segelintir orang saja. Padahal dalam izin usaha yang diserahkan ke Kementerian Perdagangan, usaha-usaha tersebut menggunakan sistem waralaba.

Bayu menegaskan, pihaknya menyusun aturan mengenai ritel itu berdasarkan desakan masyarakat dan pelaku usaha yang gerah lantaran ada beberapa orang menguasai sendiri ratusan gerai minimarket tanpa mau membaginya ke pihak lain. Dengan kata lain, terjadi monopoli bisnis ritel di Tanah Air.

Di dalam beleid ini disebutkan bahwa pemberi waralaba dan penerima waralaba untuk jenis toko modern dibatasi hanya bisa membangun maksimal 150 gerai di Indonesia. Jika ingin memperluas usaha, pengusaha wajib mewaralabakan 40 persen gerai barunya ke pihak lain.

Untuk memantau pelaksanaan waralaba ini, pemerintah akan membentuk tim pengawas khusus. Komposisi anggotanya diharapkan berasal dari pemerintah dan swasta. Baik ritel asing maupun lokal terkena aturan ini bila termasuk dalam batasan lahan yang diatur.

Permendag 68/2012 ini menyatakan pembatasan gerai dikenakan pada minimarket yang luasnya di bawah 400 m2, supermarket di bawah 1.200 m2, dan Departement Store 2.000 m2 ke bawah. Namun, secara sekilas aturan ini memang menyasar dua ritel waralaba terbesar di Tanah Air.

Dari catatan Kemendag jaringan ritel terbesar dikuasai Indomaret dengan 6.300 gerai, disusul Alfamart 6.000 lebih gerai. Dari dua minimarket itu, baru 20 persen gerai yang sudah diwaralabakan kepada mitra pengusaha daerah.

Source https://www.merdeka.com/ https://www.merdeka.com/uang/kemendag-aturan-ritel-cegah-monopoli-bisnis.html
Comments
Loading...