Kemendag Imbau Waralaba Benahi Usahanya

Kemendag Imbau Waralaba Benahi Usahanya

Kementerian Perdagangan RI mengimbau sejumlah waralaba yang keliru melakukan jenis kegiatan usaha untuk mereposisi jenis usahanya segera. Bagi waralaba yang belum sempat kami beri peringatan atau kepada sejumlah pengusaha waralaba untuk mulai menata kembali format yang melenceng dari izin yang diberikan.

Menurut Gunaryo, setelah Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 31 Tahun 2008 selesai direvisi, maka para pelaku usaha waralaba diberi kesempatan hingga sekitar 2013 untuk kembali mereposisi usahanya. Kemendag menjelaskan perkembangan waralaba berjenis campuran baru terjadi pada dua tahun terakhir. Pihaknya mengkhawatirkan hal itu dapat merambat kepada pengusaha lain jika tidak ditertibkan.

Gunaryo menilai masalah penyelenggaraan waralaba yang masih banyak dijumpai antara lain banyaknya usaha yang dimiliki oleh satu atau dua orang pelaku. Sehingga mendominasi usaha serta adanya kecenderungan modal atau kepemilikan yang tidak sepenuhnya merupakan modal dari dalam negeri.

Kemendag juga mengkhawatirkan adanya modal dari luar negeri yang masuk kepada sektor retail kecil melalui format waralaba. Di mana peraturan menyebut penanaman modal retail kecil harus 100 persen dilakukan oleh modal dalam negeri.

Ada beberapa pengusaha yang menggunakan sistem waralaba. Namun mereka belum mendaftar waralaba sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2207 maupun Permendag 31 Tahun 2008 tentang waralaba. Dalam Permendag 31 Tahun 2008 yang sedang direvisi akan membenahi perizinan yang nantinya setiap usaha waralaba dimanapun wajib mendaftar kepada Kemendag.

Untuk sisi perizinan, Gunaryo juga mendorong jenis usaha agar menjadi jelas. 90 persen barang yang diusahakan di waralaba harus sesuai dengan izin yang didapat, dan sisa 10 persen bisa menjadi produk lain yang dijual dari izin diberikan.

Kemudian hal selanjutnya yang akan dibenahi adalah peraturan identitas gerai waralaba dengan memberikan logo untuk memudahkan pembinaan dan jenis kepemilikan. Selain itu, nantinya, peraturan waralaba juga mengharuskan untuk menggunakan konten lokal.

Ia memperkirakan peraturan akan dirampungkan pada Senin atau Selasa pekan depan. Untuk sanksi bagi waralaba yang tidak menaati peraturan tersebut. Gunaryo menjelaskan pada awalnya Kemendag akan memberi pemberitahuan. Kemudian peringatan lalu jika masih belum mematuhinya. Maka akan dilakukan pencabutan izin usaha.

Source http://www.beritasatu.com/ http://www.beritasatu.com/ekonomi/67759-kemendag-imbau-waralaba-benahi-usahanya.html
Comments
Loading...