Kisah Muchadist Besarkan Bisnis Bimbel Bintang Solusi Mandiri (1)

Kisah Muchadist Besarkan Bisnis Bimbel Bintang Solusi Mandiri (1)

Orang tua mana yang tak menginginkan anaknya cerdas. Bila perlu mereka mengikut sertakan sang buah hati ke bimbingan belajar bila pelajaran dari sekolah belum cukup. Tak heran, bila bisnis bimbingan belajar tak pernah sepi peminat.

Muchadist Ramadhan mencium peluang bisnis bimbingan belajar ini, dengan mendirikan Bintang Solusi Mandiri pada Februari 2008. Walau sudah banyak nama besar di bisnis ini, Muchadist tak gentar. Ia fokus menyasar siswa sekolah menengah pertama (SMP).

Tapi, usahanya itu tak langsung mulus. Pada awalnya, ia menawarkan program bimbingan belajar ke sejumlah SMP Negeri, tapi ditolak. Alasannya karena SMP Negeri gratis dan agak riskan jika menarik biaya untuk bimbingan belajar.

Penolakan itu tak membuatnya patah arang. Di wilayah Kayu Manis, Jakarta Timur, pada tahun 2008, Hadist mengajak dua rekannya membuat program bimbingan belajar untuk anak kelas 6 sekolah dasar. Program intens selama tiga bulan ini mampu memikat 100 siswa kelas 6 SD yang berada di sekitar wilayah tersebut. 

Meski dengan fasilitas seadanya seperti beralas tikar dan karpet serta tanpa kipas angin, program bimbingan belajar ala Hadist ternyata jempolan. Dari 100 siswa SD, 95 di antaranya masuk SMP Negeri. Berbekal debut manis tersebut, Hadist terus membenahi bisnis. Pada tahun 2009, dengan bekal uang pinjaman Rp 30 juta, ia fasilitas bimbingan belajarnya dengan kursi belajar, kipas angin, serta pembuatan modul sebagai panduan untuk siswa. 

Selain itu, Bintang Solusi juga melebarkan sayap menyasar siswa kelas 1 SD hingga 3 SMP. Ia bilang, segmen ini yang belum digarap maksimal oleh tempat bimbingan belajar lain. Ternyata penciuman bisnisnya memang tajam. Dalam tempo singkat, siswa bimbingan belajarnya bertambah banyak. Ia pun lantas membuka beberapa cabang di Jakarta. Bahkan sejak 2009 pula, Hadist memberanikan diri untuk mewaralabakan usahanya. 

Saat ini Bintang Solusi Mandiri telah memiliki 44 cabang, delapan di antaranya milik Hadist dan 36 cabang milik mitra tersebar di Jabodetabek dan Bandung. Hadist memasang biaya bimbingan Rp 600.000 – Rp 700.000 per semester per siswa. Per cabang rata-rata memiliki 125-150 siswa. Omzet dari delapan cabang milik saya saja, Rp 100 juta per bulan. Tapi, total omzet pada 44 cabang bisa mencapai Rp 6 miliar per tahun dengan total 5.000 siswa dan 500 karyawan. 

Source http://peluangusaha.kontan.co.id/ http://peluangusaha.kontan.co.id/news/kisah-muchadist-besarkan-bisnis-bimbel-1
Comments
Loading...