Kisah Sukses Pemilik D’Penyetz

Kisah Sukses Pemilik D’Penyetz

Dalam mengembangkan sebuah bisnis. Para pengusaha memiliki strategi pemasarannya tersendiri, seperti membuka kantor cabang, melakukan kerjasama dengan perusahaan besar atau menjalin kemitraan atau biasanya disebut dengan waralaba.

D’PENYETZ sendiri pertama kali berdiri pada tahun 2005 di Orchard Road, Singapura dengan nama Dapur Penyet, kemudian berubah nama ditahun 2009 menjadi D’PENYETZ. Menurut sang pemilik Edy Ongkowijaya, saat itu memiliki passion di bidang kuliner dan juga pada saat itu di Singapura masih jarang kuliner makanan khas Indonesia.

Sukses mengembangkan bisnis di negara tetangga dengan tiga outlet di negara tetangga dan satu di negeri sendiri, akhirnya D’PENYETZ pun memutuskan untuk mewaralabakan mereknya, dengan membuka outlet waralaba di ITC Roxy Mas. Mitra awalnya bernama Vallent Tjoe yang mengeluarkan modal sekitar 250juta untuk membuka outlet tersebut yang kemudian telah balik modal di bulan ke sebelas.

Sukses dengan mitra pertamanya, D’PENYETZ pun akhirnya fokus mengembangkan bisnisnya lewat waralaba. Saat ini, D’PENYETZ sudah memiliki sekitar 56 outlets yang tersebar di lima negara di Asia, seperti Singapura, Malaysia, Indonesia, Brunei Darussalam dan Myanmar. Jika dilihat sekilas, memang D’PENYETZ tidak memiliki keistimewaan namun merek ini memiliki keunggulannya tersendiri, seperti menu yang variatif, tidak melulu ayam yang disajikan, dapat menjangkau berbagai kalangan karena menunya lebih merakyat.

D’PENYETZ selalu berinovasi dengan menu baru, strategi marketing dan  motivasi lagi untuk para mitranya. Kemudian D”PENYETZ menekankan 90 persen konsistensi.dengan memberikan intensif training 1 bulan untuk kokonya sebelum job placement. Konsepnya, bukan hanya restoran, tetapi juga ada konsep foodcourt dan ruko. Merek kami telah terkenal di luar atau Overseas Brand Image, dimana saat ini market Indonesia cenderung tertarik untuk Brand yang berasal dari luar negeri.

Untuk bermitra dengan D’PENYETZ, para mitra dapat mengirimkan email ke edypenyetz@gmail.com setelah memenuhi syarat yang diajukan, mulai dari isi formulir sampai survey lokasi. Dana yang dibutuhkan untuk membuka waralaba ini berkisar antara 200-350 jt untuk konsep foodcourt dan 650 jt – 900 jt untuk restoran. Sementara mitra akan mendapatkan Break Even Poin setelah tujuh sampai enam belas bulan, tergantung dari lokasi outletnya.

Source http://www.informasibisnis.net/ http://www.informasibisnis.net/2018/02/kisah-sukses-pebisnis-indonesia.html
Comments
Loading...