Kisah Sukses Rahmat Berlimpah Dari Semerbak Coffee

Kisah Sukses Rahmat Berlimpah Dari Semerbak Coffee

Semerbak Coffee, awalnya hanyalah usaha yang iseng-iseng saja. Awal mula bisnis ini berdiri ditandai dengan dibukanya booth pertama Semerbak Coffee di Teras Ruko milik sendiri di Jalan Nusantara Raya, Depok. Banyak hal luar biasa terjadi di tahun pertama. Banyak sekali kemudahan-kemudahan, peluang-peluang tak terduga, ‘jalan’ yang tiba-tiba terbuka, dan lain-lain. Berawal dari sekedar ide iseng, jadilah Semerbak Coffee berkembang seperti sekarang.

Dari omzet 600 cup/bulan, sekarang mencapai puluhan ribu cup/bulan. Dari 1 orang penjaga outlet, sekarang mencapai ratusan orang karyawan. Dari hanya di teras ruko, hingga menempati dua lantai ruko untuk kantor dan satu rumah untuk produksi dan gudang. Tidak ada kata yang bisa terucap selain syukur kepada Tuhan yang Maha Kuasa atas rahmat luar biasa yang diberikan kepada kami melalui usaha ini.

Ide bisnis ini berawal dari ‘dipertemukannya’ ia dengan Iwan Agustian, teman sekolah SMP yang ketemu lagi di Depok setelah 24 tahun berpisah. Iwan ini yang kemudian mengenalkan komunitas bisnis TDA (www.tangandiatas.com) kepadanya. Dia melontarkan ide iseng untuk mengisi teras ruko saya yang kosong dengan membuat booth yang menjual kopi blend.

Dia siap dengan suplai bahan bakunya. Saat itu memang ia sedang berpikir untuk membuat take-away booth minuman siap saji di teras ruko yang kosong tersebut, yang waktu itu terlintas adalah minuman cendol. Nah kebetulan ada yang ngajak kerjasama, dan kopi-blend sepertinya lebih menjanjikan dibanding cendol. Langsung saya setuju untuk mencoba bekerjasama. Pucuk dicinta ulam tiba.

Selanjutnya ide iseng itu serius dirembukkan. Rencana besar kami adalah kami tidak hanya akan membuat satu booth, tapi kami akan menjual bisnis kami, alias menjadi franchisor booth minuman kopi-blend siap saji. Entah bagaimana chemistry diantara kami terbentuk begitu saja. Jadi ide-ide kami mengalir dengan lancar. Terus terang waktu SMP dulu kami sebenarnya tidak kenal-kenal amat, maklum tidak pernah sekelas dan beda genk. Iwan genk gaul, saya tidak ber-genk.

Teinspirasi dari Starbuck

Masih segar dalam ingatan, saat kami mencari nama dan mendesain logo Semerbak Coffee. Dengan modal secarik kertas dan pulpen kami mengatur strategi, membagi tugas, mencari nama, dan lain-lain. Terus terang kami, terutamanya, terinspirasi oleh Starbucks yang merupakan kafe favorit. Karena itu nama dan logo sedikit banyak terinspirasi oleh jaringan coffee shop terbesar di dunia tersebut.

Malam itu mulai mendesain nama dan logo usaha kami. Beberapa kata terlintas di kepala. Kata yang berakhiran ‘bak’ (dari Starbucks) tapi yang meaningful dan relate dengan kopi. Singkat cerita, berdasar wangsit yang turun, hehehe ketemulah nama ‘Semerbak’, yang sangat berhubungan dengan kopi, dan yang penting berakhiran ‘bak’.  Keluarlah juga logo awal kami. Dengan spelling ‘Semerbucks’ Dengan logo lingkaran warna hijau.

Tetapi setelah dipikir-pikir, kan kita berencana untuk menjual bisnis kita sebagai kemitraan / business opportunity, masak logonya kayak plesetan gitu. Kesannya jadi tidak serius. Setelah melalui proses kreatif, kerja keras akhirnya jadilah brand ‘Semerbak Coffee’, dengan akhiran ‘bak’ dan logo lingkaran berwarna ungu.

Kenapa warnanya ungu? Ceritanya malam itu lagi ngotak-ngatik logo, saya bertanya pada istri saya, bagusnya warna apa ya? Kata istri, ungu-abu-abu bagus tuh. Sambil dia menunjuk kotak tempat baju kotor anak-anak. Maka jadilah logo Semerbak seperti sekarang ini. Banyak yang bilang warnanya cantik dan unik, tidak seperti warna produsen kopi yang lain. Karena sentuhan seorang wanita.

Source Kisah Sukses Rahmat Berlimpah Dari Semerbak Coffee Rahmat Berlimpah Dari Semerbak Coffee
Comments
Loading...