Langkah Berbisnis Bubur Bayi Masa Kini

Langkah Berbisnis Bubur Bayi Masa Kini

Kesibukan para orang tua zaman kini yang tak sempat membuat asupan anak memang menjadi pusat perhatian para pelaku bisnis bubur bayi. Selain itu, terkadang juga para ibu khususnya kerap ragu apakah makanan yang dibuat mampu memenuhi kebutuhan primer sang buah hati.

Sebagai bentuk aksi peduli dan perhatian, Anda bisa saja mencari peruntungan berbisnis bubur bayi yang lezat dan sehat. Ada baiknya perhatikan beberapa hal berikut agar bisnis makanan bayi ini dapat berkembang dengan baik.

Pertama adalah passion yang kuat. Seperti yang diungkapkan Siti Sahlani selaku owner Procil bubur organik menyebutkan jika dengan passion yang kuat, produk yang Anda ciptakan akan tersaji dengan baik dan menarik dikonsumsi.

Kedua adalah pantang menyerah. Trial and error terlebih dahulu, create formula yang kita suka dan konsultasikan pada ahli gizi terdekat. Kemudian coba tawarkan pada tetangga terlebih dahulu. Pada tahap ini, Anda juga harus melihat situasi kondisi lingkungan Anda, siapa yang menjadi target pembeli harus dipikirkan. Jangan dulu membuat porsi banyak pada awal mula pengenalan produk. Sekalipun peminat produk dari bisnis bubur Anda belum banyak. Namun Anda harus percaya diri dan jangan pernah patah arang.

Ketiga adalah perhatikan supplier. Untuk memotong cost produksi, Anda harus lihai memilih supplier yang bisa bersinergi dengan Anda. Keuntungannyamampu menekan harga jual juga menjaga stock bahan baku agar aman. Keempat adalah inovasi, ada kalanya berbisnis ini akan terasa stuck ketika Anda tidak meciptakan inovasi. Sehingga buat varian rasa, buat ragam produk agar lebih banyak. Sehingga pelanggan senang.

Kelima adalah jaga loyalitas pelanggan. Ada baiknya Anda perlu memberikan beberpa gift atau merchandise bagi pelanggan setia Anda dan jika nantinya bisnis bubur Anda dimitrakan, berikan diskon menarik untuk pemebelian bahan baku selanjutnya.

Source https://www.franchiseglobal.com/ https://www.franchiseglobal.com/5-langkah-berbisnis-bubur-bayi-masa-kini.phtml
Comments
Loading...