Loving Hut, Waralaba Asal Taiwan

Loving Hut, Waralaba Asal Taiwan

Pola makan vegetarian sangat tepat bagi siapa saja, semua umur dari anak-anak, remaja, orang dewasa hingga usia tua, pria maupun wanita. Termasuk ibu-ibu yang sedang hamil dan menyusui. Data data statistik di Amerika Serikat terbukti bahwa anak-anak yang menerapkan pola makan vegetarian memiliki IQ diatas IQ rata-rata anak-anak yang mengkonsumsi pola makan biasa.

Mengacu pada prinsip mengurangi efek gas rumah kaca, pola makan vegetarian dinilai dapat mengurangi emisi karbon. Dari penelitian FAO, dampak gas rumah kaca sebesar 18% disebabkan dari peternakan hewan yang mensuplai kebutuhan daging untuk manusia.

Prosentase emisi ini jauh lebih besar dari emisi dari akibat transportasi. Penelitian FAO terbaru melaporkan bahwa peternakan hewan saat ini telah meningkatkan efek gas rumah kaca menjadi 51%. Jadi pemanasan global bukan lagi disebabkan oleh polusi kendaraan dan pabrik lagi. Guna mengurangi pemanasan global, kurangi makan daging hewani dan kembalilah menggunakan wahana transportasi sepeda.

Bila Anda belum mau 100% menjadi seorang vegetarian, Anda dapat memulai dengan melakukan diet nabati, yaitu menghindari makan daging hewani satu hari dalam seminggu. Tindakan Anda ini sudah dapat menyumbangkan pengurangan pemanasan global akibat kerusakan lingkungan. Bila tindakan ini dapat Anda tularkan kepada komunitas Anda. Maka dampaknya akan menjadi viral dan sangat bermanfaat bagi pengurangan pemanasan global.

Konsumsi hidup sehat terus digemakan. Sehingga makin banyak orang-orang mulai beralih meninggalkan makanan hewani dan beralih ke nabati. Itulah sebabnya, rumah makan vegetarian mulai mendapatkan angin segar untuk berkiprah di Indonesia.

Salah satu, rumah makan vegetarian (vegan) yang cukup sukses adalah Loving Hut, yang dipasarkan dengan konsep waralaba dari Taiwan. Loving Hut pertama kali didirikan dengan visi agar manusia, hewan dan alam dapat hidup secara harmonis.

Berasal dari Taiwan didirikan pada tahun 2008,  kini sudah menyebar hingga 23 negara dengan memiliki 158 gerai, termasuk Indonesia. Negara-negara dimana Loving Hut bercokol diantaranya Amerika Serikat, Canada, Panama, Jerman, Perancis, Spanyol. Inggris, Cheko, Austria, Australia, China, Taiwan, HongKong, Mongolia, Korea, Jepang, Thailand, Malaysia, Singapura, dan Indonesia.

Dengan semangat untuk menyelamatkan bumi dan lingkungannya, rumah makan Loving Hut berupaya mengalihkan manusia ke pola makan nabati yang sehat, dan ramah lingkungan. Loving Hut di seluruh dunia menggunakan bahan dasar kedelai dan jamur dan tidak menggunakan bumbu masak MSG. Menawarkan aneka menu masakan internasional dengan harga terjangkau. Semua sayuran yang digunakan juga berupa sayuran organik yang disupplai dari perkebunan khusus.

Menu yang disajikan bersifat internasional, seperti masakan Western (spaghetti, potatoes skin, salad), Chinese (San Pei Wonder, Savory Roll Treat), Thailand (TomYam Soup, Thai Fragrant), Vietnamese (Au Lac Pho), Japanese (Seven Seas Delight) dan tentunya masakan Indonesia (Nasi Lemak, Nasi Bali, Soto Jakarta, dan lain-lain).

Loving Hut juga menyediakan minuman dengan bahan dasar sayuran organik dan buah-buahan yang diolah dengan rasa yang unik, hingga minuman kopi-pun tersedia. Seperti cafe latte dan cappuccino dengan aroma Hazelnut maupun Caramel.

Semua rumah makan Loving Hut didekorasi khas, yaitu suasana yang cerah, sehingga memberikan aura yang menyegarkan bagi para pengunjungnya. Beberapa rumah makan Loving Hut memiliki armada khusus untuk keperluan katering berupa layanan pesan antar, baik untuk pesta, arisan maupun seminar.

Loving Hut di Indonesia sudah memiliki sekitar 19 gerai, yang tersebar di seluruh Indonesia, mulai dari Medan, Pematang Siantar, Denpasar, Singaraja, Kediri, Surabaya (3 gerai), Yogyakarta (3 gerai), Tangerang, Puncak, dan Jakarta (6 gerai).

Source https://www.kompasiana.com/ https://www.kompasiana.com/sutiono/55290fc66ea834e6218b45f4/loving-hut-resto-vegetarian-waralaba-asal-taiwan
Comments
Loading...