Lulusan SD yang Sukses Jadi Pengusaha Warteg

Lulusan SD yang Sukses Jadi Pengusaha Warteg

Hanya bermodalkan ijazah SD bukanlah penghalang bagi Sayudi (42) untuk menjadi seorang pengusaha sukses. Ia mewujudkan impiannya itu dengan mengembangkan usaha warung Tegal atau yang lebih populer dikenal sebagai warteg. Semua diawali saat ia membuka warteg pertamanya di daerah Cilandak, Jakarta Selatan pada tahun 1996.

Sebelum memulai usaha wartegnya, pria yang akrab dipanggil Yudika ini sempat menjadi pedagang asongan di Terminal Pulogadung selama kurang lebih sepuluh tahun. Ia akhirnya berhenti berjualan di terminal saat membuka warteg pertamanya dengan meminjam modal dari sang mertua.

Yudika mengaku tertarik dengan ide sang istri karena ia menilai keluarganya memiliki dasar untuk usaha tersebut. Ia pun mendirikan Warteg MM. Di kemudian hari, warteg itu berganti nama beberapa kali hingga akhirnya berganti nama menjadi Warteg Kharisma.

Kini, ia memiliki 98 cabang Warteg Kharisma yang tersebar di wilayah Jabodetabek. Sangat mudah mengenali warteg yang dipasarkan dengan sistem franchise ini. Warteg Kharisma memiliki ciri khas khusus mulai dari bentuk, warna, hingga desain dengan warna kuning hijau yang mentereng.

Pemilihan warna kuning dan hijau yang menghiasi dinding Warteg Kharisma menurut Yudika merupakan simbol bahwa usaha itu harus maju, tetapi juga harus berhati-hati. Melalui itu pula, suami dari Khotimah ini mengaku ingin mengubah citra warteg yang tadinya dianggap sebagai makanan kelas bawah menjadi makanan yang bisa dinikmati oleh semua kalangan.

Dalam menjalankan usaha ini, Yudika menuturkan bahwa peran istrinya sangat berpengaruh penting. Berkat sang istri yang pandai memasak, bisnisnya pun maju pesat. Semua orang yang ingin memulai membuka usaha haruslah berpikir optimis. Jangan takut gagal saat memulai sebuah bisnis baru, walaupun perasaan gagal itu kita rasakan.

Dalam menjalankan usahanya, Yudika senang jika melihat para karyawannya lebih sukses dari dirinya. Saat ini banyak karyawannya yang mampu membuka usaha secara mandiri. Bagi Yudika karyawan bukanlah sebagai bawahan, tetapi sebagai rekan kerja.

Source http://www.beritasatu.com/ http://www.beritasatu.com/figur/327816-lulusan-sd-yang-sukses-jadi-pengusaha-warteg.html
Comments
Loading...