Macam-macam Franchise

Macam-macam Franchise

Berdasarkan pada bentuknya, franchise dibedakan dalam dua bentuk, yaitu waralaba produk dan merek dagang (product and trade franchise) dan waralaba format bisnis (bussiness format franchise ). Waralaba produk dan merek dagang adalah bentuk waralaba yang paling sederhana.

Dalam bentuk ini pemberi waralaba memberikan hak pada penerima waralaba untuk memasarkan produk yang dikembangkannya dan menggunakan namanya. Untuk itu, biasanya pewaralaba mendapatkan sesuatu yang disebut royalty. Contohnya adalah dealer mobil seperti auto 2000 dari toyota.

Sedangkan waralaba format bisnis adalah pemberian suatu lisensi kepada pihak lain. Dalam lisensi ini termasuk di dalamnya ijin untuk berusaha dengan merek dagang tersebut dan menggunakan seluruh paket.

Terdiri atas elemen-elemen yang dibutuhkan oleh seseorang yang awam atau belum terlatih untuk menjadi terampil dalam bisnis dan mampu menjalankan usaha tersebut. Dengan bantuan yang terus-menerus sesuai dengan kesepakatan yang telah disepakati.

Waralaba dalam bentuk ini terdiri atas :

  1. Konsep bisnis yang menyeluruh dari pemberi waralaba
  2. Adanya proses permulaan dan pelatihan atas seluruh aspek pengolahan bisnis, sesuai dengan konsep pemberi waralaba
  3. Proses bantuan dan bimbingan secara terus-menerus dari pihak pemberi waralaba

Menurut IFA, terdapat empat jenis waralaba yang biasa digunakan di Amerika Serikat, yaitu :

  1. Product franchise
  2. Manufacturing franchises
  3. Bussiness opportunity ventures
  4. Bussiness format franchising

Menurut FTC di Amerika, terdapat tiga jenis franchise, yaitu :

  1. Product franchising
  2. Manufacturing franchises
  3. Bussiness format franchising

Selain itu terdapat satu jenis lagi, yaitu bussiness oppurtunity ventures, akan tetapi terdapat ketentuan yang harus dipenuhi agar usaha tersebut dapat diatur dalam FTC.

Ketentuan itu adalah :

  1. Franchisee harus menjual produk yang telah disediakan franchisor, yaitu suplier yang telah ditentukan.
  2. Franchisor harus terlibat dalam penyediaan outlet-outlet eceran dan akuntansinya.
  3. Franchise harus memberikan bayaran kepada franchisor atau prestasi lain sebagai imbalan dari hak yang diperolehnya dalam usaha franchise ini.

Stuart D. Brown menyatakan bahwa format bisnis franchise ini terbagi lagi menjadi tiga jenis

  1. Franchise pekerjaan
  2. Franchise usaha
  3. Franchise investasi

Franchise banyak dikatakan sebagai pola baru dalam perdagangan. Tentu saja konsepnya akan berbeda dengan konsep bisnis yang lama seperti keagenan dan distributorship. Meskipun demikian masih terdapat beberapa kesamaan dalam pola bisnis ini. Kesamaan-kesamaan itu adalah pergerakannya dalam pendistribusian barang dan jasa, dan hingga saat ini diatur secara umum dengan berdasar pada buku III KUHPer .

Source http://jenispelajaran.blogspot.com/ http://jenispelajaran.blogspot.com/2011/10/gambaran-konsep-franchise-waralaba.html
Comments
Loading...