Melanggengkan Pertumbuhan Bisnis Waralaba

Melanggengkan Pertumbuhan Bisnis Waralaba

Tak semua bisnis waralaba tumbuh sehat meski dari luar tampak tumbuh cepat. Diam-diam malah banyak yang berguguran. Model pengembangan bisnis melalui sistem waralaba memang menjanjikan masa depan bisnis yang luar biasa.

Dalam banyak bidang bisnis, waralaba benar-benar menawarkan masa depan baru yang sering di luar dugaan pemiliknya. Tak hanya pada level dunia, di Indonesia banyak usaha yang mampu membukukan pertumbuhan supercepat berkat ekspansi berbasis waralaba.

Indomaret dan Alfamart yang kini sanggup melipatgandakan gerai hingga ribuan, menjamur dari kota-kota besar hingga pelosok kampung. Di bidang pendidikan, kita bisa melihat contoh kiprah Primagama dan LP3I yang total gerainya sudah ratusan.

Atau Apotek K24 yang, meski termasuk pendatang baru, sudah punya lebih dari 200 gerai. Lalu di bidang peralatan kantor, Veneta System juga menarik karena bisnis tinta isi ulang ini sanggup menghidupi lebih dari 1.800 karyawan di 120 gerai.

Di lain sisi masih ada sebagian atau bahkan banyak pemilik waralaba (franchisor) yang hanya sibuk memperbanyak jumlah gerai, dan kurang memperhatikan kinerja para pembeli waralabanya (franchisee). Kinerja gerai franchisee pun memble.

Mereka banyak yang tutup karena terus merugi dan tak bisa menutup biaya operasional. Bisa jadi bisnis si franchisor masih bertahan dan tetap punya banyak gerai, tetapi hal itu lebih disebabkan munculnya banyak pembeli waralaba baru, menggantikan gerai-gerai milik franchisee lama yang sudah gulung tikar sebelum masa perjanjian waralaba habis. Jelas, sebuah kenyataan yang rasanya kurang fair.

Fenomena yang tak fair itu diam-diam masih marak di dunia waralaba Indonesia. Di sinilah perlunya franchisor mengelola usaha lebih serius, sehat, adil, dan berorientasi jangka panjang. Muaranya mesti sama-sama untung: bisnis franchisor berkembang cepat dan para franchisee puas dengan keuntungan yang ada. Tak ada salahnya bila melihat apa yang dilakukan sejumlah franchisor mapan dalam membangun pertumbuhan yang bervisi jangka panjang.

Tak ubahnya sebuah perkawinan, bisnis waralaba adalah kerja sama dua belah pihak: franchisor dan franchisee. Sebaik apa pun kualifikasi pembeli waralaba, usahanya akan sulit berkembang jika tak punya keunikan atau daya tarik pasar. Sebaliknya, meski jenis waralabanya menarik dan terbukti untung di berbagai lokasi, bisa jadi tak akan berkembang bila pembeli waralaba tak kompeten dan kurang komitmen mengembangkan gerainya. 

Beberapa merek waralaba yang jaringannya luas terkuak bahwa ternyata mereka rapuh. Umumnya karena kurang serius mengawasi kualitas produk dan layanan. Ada juga yang ambruk karena ketidaksiapan struktur organisasi, manajemen SDM, riset & pengembangan, serta inovasi di tengah persaingan yang makin tajam dan rumit. 

Kelengkapan kelembagaan franchisor juga perlu dibangun agar bisa menopang pertumbuhan, sekaligus bisa membina dan melayani para franchisee. Selain inovasi produk, rata-rata usaha waralaba yang bisa tumbuh konsisten juga berkat strategi pemasaran yang lebih maju daripada rata-rata pemain di bisnisnya, terutama dari cara-cara promosinya.

Mereka umumnya rajin dan kreatif dalam mencari celah promosi. Bukan semata-mata berpromosi untuk mencari calon franchisee, tetapi demi menambah basis pelanggan akhirnya (pengguna produk). Idealnya usaha waralaba memang menjadi jaringan besar.

Tidak semua waralaba harus dan bisa menjadi besar. Ada yang model bisnisnya memang tidak mungkin tumbuh besar dalam jumlah gerai. Utomo mengingatkan agar tak salah pilih franchisee. Ada yang tidak cocok jadi franchisee, misal orang superkreatif, superpower, sulit tunduk pada sistem yang sudah ada, mudah kecewa mendalam, dll.

Menjaga Pertumbuhan Bisnis bagi Franchisor

  • Mulailah dari awal dengan memilih investor yang benar. Ingat bahwa investasi yang ditanamkanfranchisee adalah kepercayaan yang harus dipertanggungjawabkan.
  • Tumbuh cepat adalah baik, tetapi menyiapkan terlebih dulu sistem dan standar adalah fondasi yang tak bisa ditawar.
  • Memikirkan pengembangan ke depan dengan menyiapkan kaitan-kaitan industri yang dibutuhkan.
  • Terus menambah ragam prroduk, menginovasi dan menjaga keunikannya dari pesaing.
  • Tak berhenti berpromosi untuk membuka pasar dan peluang baru.
  • Melakukan profesionalisasi manajemen dan mengambil SDM yang mampu menangani usaha skala besar.

Source https://swa.co.id/ https://swa.co.id/swa/trends/management/melanggengkan-pertumbuhan-bisnis-waralaba
Comments
Loading...