Memaksimalkan Potensi Waralaba

Memaksimalkan Potensi Waralaba

Meski sudah tumbuh cukup baik, industri waralaba diharapkan dapat lebih ekspansif karena masih banyaknya potensi yang belum dapat dimanfaatkan. Nilai keseluruhan transaksi industri waralaba tahun ini ditargetkan dapat mencapai Rp. 7,5 triliun, atau tumbuh 7, 41% dari pencapaian 2017 sekitar Rp. 7 triliun. Padahal, tahun sebelumnya industri waralaba dapat mencatat pertumbuhan 10% hingga 15%.

Ketua Emeritus Asosiasi Franchise Indonesia, Anang Sukandar mengatakan dirinya masih belum puas dengan pencapaian dari industri waralaba saat ini. Anang menilai waralaba seharusnya tidak sekadar menargetkan konsummen akhir, seperti restoran, fashion, atau barang jadi lannya. Namun, kegiatan usaha seperti pembudidayaan tanaman, peternakan, dan pertanian juga merupakan industri yang dapat diwaralabakan.

Pemerintah harus benar-benar serius dalam program pendampingan dan penjaminan pasar. Pemerintah harus lebih membantu (tidak hanya sekedar memberikan bantuan pengurangan tarif pajak). Rasio wirausaha Indonesia saat ini baru tercapai sekitar 0,24% dari populasi penduduk, masih lebih rendah dari Amerika (11%), Singapura (7%), dan China (2%).

Di sisi lain, Ketua Organisasi Perusahaan Franchise (Franchisor), Andrew Nugroho mengatakan banyak konsep waralaba yang diprediksikan dapat melakukan penetrasi di pasar domestik. Keberhasilan industri waralaba tersebut sangat bergantung pada kemampuan manajemen pengelolanya. Banyak produk-produk bagus, tetapi sewaktu dia packing dan branding, itu belum siap untuk diwaralabakan.

Oleh karena itu, Franchisor bersama Kementerian Perdagangan selalu bekerjasama dalam membuat program pelatihan dan pendampingan bagi usaha-usaha yang diperkirakan dapat berkembang lebih cepat dengan sistem waralaba.

Source http://industri.bisnis.com/ http://industri.bisnis.com/read/20180720/12/818832/afi-potensi-waralaba-masih-dapat-dimaksimalkan
Comments
Loading...