Mencermati Aspek Keuangan Memilih Bisnis Waralaba

Mencermati Aspek Keuangan Memilih Bisnis Waralaba

Persaingan bisnis kuliner dipastikan kian ketat. Apalagi karakter masyarakat Indonesia terbilang mudah menerima produk asing. Namun Bije  menilai, waralaba asing tetap punya kelemahan, yakni soal harga jual. Mayoritas harga jual produk dari waralaba asing akan lebih mahal. Ini bisa menjadi celah bagi waralaba lokal untuk mengambil kesempatan ceruk pasar.

Untuk memilih sektor usaha, Hefni Tri Sriyantono, pengusaha kuliner Nasi Gandul Mas Tri berpendapat, calon pengusaha ada baiknya mememulai bisnis  dari sesuatu hal yang disukai. Ini penting agar pemilik usaha nantinya bisa bertahan sekalipun dalam kondisi sesulit apapun.

Saat ini modal untuk ekspansi bukan lagi menjadi masalah utama bagi pengusaha untuk memulai bisnisnya. Apalagi, konsep waralaba sejatinya adalah mengumpulkan modal masyarakat untuk melakukan ekspansi. Dukungan dana juga datang tidak hanya dari industri perbankan yang siap mencairkan dana untuk menyokong bisnis waralaba yang sebagian berasal dari pelaku UMKM.

Tapi lembaga keuangan BUMN seperti: PT Permodalan Nasional Madani Persero (PNM), Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB), hingga fasilitas kredit Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM) dari Kementerian Koperasi dan UMKM bisa dimanfaatkan.

Menurut Amir dalam bukunya berjudul Percaturan Waralaba Indonesia, mengacu pada UU No 9 tahun 1995 tentang Usaha Kecil. Prinsip kerjasama usaha dalam sistem waralaba harus memperhatikan prinsip saling memerlukan, memperkuat dan saling menguntungkan.

Hal yang lebih mendetil yang perlu diperhatikan agar sistem waralaba ini bisa memberi keuntungan optimal bagi investor

Aspek keuangan

Dalam waralaba, penting mengetahui hitung-hitungan franchise fee, biaya investasi dan return of investment (ROI). Semua ini diperlukan agar investor mengetahui waktu seberapa lama dana investasinya bisa kembali.

Perhatikan pula biaya sewa tempat usaha

Tidak jarang biaya sewa tempat membuat biaya operasional membengkak. Itu artinya akan membuat waktu ROI akan semakin panjang. Terkadang, perawaralaba lokal tidak memasukkan unsur ini dalam perhitungan simulasi usaha yang mereka buat sendiri.

Mencermati sistem franchise fee dan royalty fee

Apakah bisa dibayar bertahap atau dicicil tiap bulan.

Calon investor juga harus melihat biaya lain-lain

Seperti advertising fee atau training fee yang akan dibebankan kepada mitra. Pos pengeluaran ini tentu akan mempengaruhi perhitungan usaha waralaba si investor.

Perjelas mengenai bahan baku utama yang harus dipasok dari pusat

Biasanya pewaralaba bonafid hanya mengharuskan membeli bahan baku utama tertentu saja yang kualitasnya sudah baku. Atau karena bahan baku tersebut tidak dijual di pasar bebas.

Cermati jangka waktu kerjasama

Ketentuan hak dan kewajiban tiap pihak serta aspek legalitas perjanjian kerjasama usaha.

Source http://peluangusaha.kontan.co.id/ http://peluangusaha.kontan.co.id/news/cermat-memilih-merek-waralaba
Comments
Loading...