Mengapa UKM Gagal Menjalankan Bisnis Franchise

Mengapa UKM Gagal Menjalankan Bisnis Franchise

Memang bisnis franchise atau waralaba merupakan salah satu bentuk bisnis yang banyak dilirik oleh para pengusaha. Konsep dari bisnis waralaba ini sangat memungkinkan seseorang yang sudah memiliki modal, tetapi kurang berpengalaman dalam membangun bisnisnya sendiri untuk dapat memiliki sebuah usaha yang menguntungkan, terutama apabila mereka membeli waralaba dari sebuah merk dagang yang sudah cukup terkenal.

Potensi dari bisnis tersebut sangat menguntungkan untuk jangka waktu yang cukup lama, tetapi Anda juga perlu memperhatikan bahwa tidak semua jenis usaha waralaba itu cocok untuk setiap orang. Bagi para pengusaha yang memiliki modal yang besar.

Membeli bisnis waralaba yang harganya mahal bukan suatu masalah, tetapi tidak demikian untuk para calon pengusaha yang hanya memiliki modal terbatas. Mereka akan berpikir berkali-kali sebelum memutuskan untuk menjalankan usaha waralaba.

Besarnya biaya untuk menjalankan suatu bisnis waralaba sangat beragam. Murah atau mahal itu sangat relatif jika dilihat dari potensi bisnis untuk jangka panjang. Semakin banyak para pelaku usaha kecil menengah maka akan membuat persaingan usaha juga menjadi semakin ketat.

Hal itu akan membuat para pengusaha kecil dan juga menengah akan beresiko mengalami kegagalan. Kegagalan merupakan suatu resiko yang harus dihadapi oleh para pelaku usaha, apalagi jika pelaku usaha yang masih pada taraf pemula.

Beberapa faktor-faktor yang penting untuk diperhatikan para pelaku usaha

Sikap pengusaha

Sikap dari seorang pelaku usaha yang keras kepala, paranoid, serta tidak mau berhadapan dengan konflik dan resiko sering membuat pelaku usaha menjadi pribadi yang tidak mau menerima ide, saran, atau masukan dari orang lain terlebih lagi dari bawahannya. Hal tersebut dapat memicu terjadinya sebuah kegagalan dalam suatu usaha.

Disfungsi manajemen

Mengalami disfungsi manajemen seperti kurangnya fokus, perencanaan, serta visi dan lain sebagainya yang berkaitan dengan manajemen suatu usaha. Selain itu, perusahaan juga mengalami kurangnya kerjasama yang baik dengan mitra kerja sehingga dapat menjadi penyebab dari kegagalan sebuah usaha.

Operasional tidak efisien

Banyaknya pengeluaran perusahaan yang digunakan untuk menyewa tenaga kerja, bahan produksi, dan memiliki karyawan yang kurang ulet, serta tidak mampu melakukan negosiasi yang bisa menguntungkan perusahaan akan menyebabkan perusahaan menjadi lebih tidak kompetitif dan dapat mengalami kegagalan.

Akuntansi buruk

Seorang pengusaha yang tidak dapat mengontrol suatu bisnis dan tidak memiliki data keuangan yang jelas, tidak menutup kemungkinan akan mengalami kegagalan. Kesalahan umum yang sering terjadi, yaitu para pelaku usaha menyewa para akuntan dari luar untuk melakukan perhitungan pajak serta mengawasi keuangan perusahaan, padahal pekerjaan seperti itu seharusnya dapat dikerjakan oleh bagian keuangan perusahaan.

Kekurangan uang cash

Hal buruk yang dapat terjadi pada usaha kecil adalah kehilangan para pelanggan serta karyawan yang cukup berpotensi. Datangnya kompetitor yang baru dan tuntutan hukum bisa dialami oleh para pengusaha sehingga dapat mengakibatkan tekanan pada keuangan perusahaan. Hal tersebut dapat membuat perusahaan mengalami kesulitan apabila harus berhutang uang cash dengan jumlah yang cukup banyak.

Pertumbuhan usaha yang tidak terkontrol

Terlalu luas dalam berekspansi akan menjadi salah satu penyebab kegagalan. Ekspansi yang gagal dapat disebabkan oleh kesalahan di dalam memilih pasar yang ternyata tidak cukup menguntungkan. Selain itu, dengan terlalu banyak meminjam uang untuk mempertahankan pertumbuhan perusahaan pada tingkatan tertentu juga akan menjadi penyebab sebuah kegagalan suatu usaha.

Penurunan pasar

Penurunan pasar bisa terjadi pada beberapa jenis usaha seperti toko buku, percetakan, toko alat musik, dan usaha kecil lainnya yang berhubungan dengan perubahan dari teknologi. Selain itu, permintaan pasar serta kompetisi dari perusahaan yang besar dengan daya beli yang cukup besar juga merupakan beberapa jenis usaha yang sangat rentan untuk mengalami penurunan pasar dan juga mengalami kegagalan.

Itulah alasan mengapa UKM gagal menjalankan bisnis waralaba. Beberapa penyebab dari kegagalan usaha tersebut harus sering dilakukan evaluasi supaya bisa segera diatasi. Namun, yang harus tetap dipahami oleh para pelaku usaha, yaitu titik berat usaha pada proses produksi dan juga pemasaran.

Coaching membantu pengusaha melewati fase-fase kritis dalam berbisnis dan membangun keyakinan yang didukung oleh kemampuan. Memang franchising sangat menggiurkan, tapi jika tidak ditanggapi serius malah bisa menjadi boomerang bagi pengusaha. Kenyataannya, 62.4% orang yang telah dilatih oleh seorang coach telah memiliki peningkatan dari goal yang ditetapkan.

Memiliki seorang Top Coach penting, tapi bukan berarti harus menunggu sampai bisnis Anda berkembang dengan baik. Justru sebelum bisnis Anda berkembang. Top Coach akan membantu Anda untuk meletakkan fondasi-fondasi kuat agar bisnis Anda dapat di franchise-kan, bertumbuh, dan mewujudkan semua impian Anda.

Source https://www.bernas.id/ https://www.bernas.id/19059-mengapa-ukm-gagal-menjalankan-bisnis-franchise.html
Comments
Loading...