Mengintip Kesuksesan Bisnis Waralaba Dapur Pak Wahyu

Mengintip Kesuksesan Bisnis Waralaba Dapur Pak Wahyu

Muhammad Wahyudin atau akrab disapa Wahyu, pemilik bisnis waralaba (franchise) Dapur Pak Wahyu (DPW) berbagi kisah tentang usaha kuliner yang dirintisnya mulai dari nol. Berawal dari jualan sambel botol secara online.

Dapur Pak Wahyu (DPW) berkembang menjadi sebuah bisnis kemitraan yang menyediakan beragam menu dan lauk-pauk bagi mitra-mitranya. Banyak sudah mitra yang bergabung dan menjalankan bisnis kuliner menjanjikan ini.

Setelah dicoba-coba, ternyata sambal teri buatannya disukai keluarga. Dirinya juga menawarkan sambal buatannya kepada teman-temannya. Merasa yakin dengan sambal buatannya yang enak, wahyu memasarkan hasil kreasi kulinernya itu melalui on line.

Uang hasil penjualan sambal botolnya ia kumpulkan untuk dijadikan modal agar bisnisnya semakin berkembang. Lambat laun, sambal teri medan yang memiliki cita rasa khas itu mulai dikenal dari mulut ke mulut.

Wahyu mengaku memulai bisnis kulinernya pada 3 Agustus 2015 dengan membuka kantin di salah satu kantor bank di kawasan Jl Jenderal Sudirman, Jakarta. Lantaran tak memiliki dana yang cukup untuk menyewa tempat, Wahyu terpaksa meminjam uang kepada temannya.

Di kantin barunya itu, ia menyuguhkan beragam menu penyetan, ayam, ikan nila dan juga ikan laut lengkap dengan sambal teri andalannya. Pada tahun 2016, Wahyu sempat membuka cabang di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan. Namun apa daya, kantin itu tak bertahan lama.

Sejak saat itu dirinya mulai berpikir untuk menjadikan sambal botolnya sebagai franchise. Apalagi sebelumnya sudah banyak customer yang menyarankan agar sambal buatannya dijadikan bisnis waralaba. Setelah banyak bertanya ke sana kemari soal franchise, akhirnya Wahyu mendapat pencerahan dan siap melakukan terobosan.

Akhir Desember tahun 2017, Wahyu langsung berinovasi menciptakan suatu bisnis yang memberikan keuntungan juga bagi orang lain, yaitu dengan sistem franchise. Tak butuh waktu lama, bisnis franchise-nya ini mampu berkembang cepat dan pesat.  Saat ini franchise Dapur Pak Wahyu sudah mencapai 27 gerai milik mitranya. Itu pun di luar penjualan sambal botolannya.

Tak heran bila Dapur Pak Wahyu dinobatkan sebagai salah satu peraih “Start Up Award 2018” yang merupakan inisiasi Majalah Franchise Indonesia dan Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) sebagai bentuk apresiasi atas pencapaiannya. Selain itu, Dapur Pak Wahyu juga dinobatkan menjadi “The most Promosing Brand 2018”.

Dalam bermitra, Wahyu mengaku tidak memilih-milih. Dirinya juga memaklumi kemampuan mitranya yang berbeda-beda dalam menjalankan bisnis franchise. Para mitra wajib membeli bahan baku dari pusat, dan ketika membeli bahan baku akan mendapatkan sambel secara cuma-cuma.

Mitra tinggal menyediakan beras, lalapan dan minyak goreng. Pada saat mitra ingin membeli sambel botol pun, maka otomatis mitra juga akan mendapatkan harga kemitraan yang pastinya lebih menguntungkan. Saat ini di Jakarta sudah ada 27 mitra.

Syarat menjadi mitra DPW menurut Wahyu diantaranya menyediakan lokasi yang strategis dan menyediakan minimal 2 karyawan untuk ditraining. Harga paket kemitraan DPW untuk DKI Jakarta Rp.30 juta, Depok-Bekasi-Bogor-Tangerang Rp.40 juta, dan untuk luar kota Rp.60 juta.

Semua paket sudah all in, mitra hanya tinggal menyediakan beras, minyak goreng, dan lalapan. Kemudian semua kemitraan di DPW bebas royalti, artinya keuntungan dinikmati sepenuhnya oleh para mitra DPW. Wahyu pun berharap semoga selalu bisa berinovasi dan memberikan yang terbaik kepada para mitra dan masyarakat luas pada umumnya.

Harapannya DPW bisa lebih dikenal secara luas baik di Indonesia maupun dunia internasional. Saat ini juga sudah ada calon mitra dari Belanda yang akan buka di sana. Menurut Wahyu hal tersebut kini masih dalam tahap proses penawaran harga. Dirinya pun merasa optimis usahanya akan semakin berkibar.

Source http://www.netralnews.com/ http://www.netralnews.com/news/ekonomimikro/read/144051/mengintip-kesuksesan-bisnis-waralaba-dapur-pak-wahyu
Comments
Loading...