Muchadist Tak Hanya Mengejar Untung (3)

Muchadist Tak Hanya Mengejar Untung (3)

Bagi Muchadist Ramadhan, berbisnis tak hanya mengejar keuntungan semata. Bisnis juga harus bermanfaat luas bagi orang lain. Hadist tak memungut biaya mahal bagi para siswanya. Kualitas bimbingan tetap diutamakan.

Jiwa bisnis Muchadist Ramadhan memang kuat. Walau sempat merugi hingga Rp 40 juta dari bisnis pembuatan baju almamater, ia tak patah arang. Hadist, justru tertantang mencoba bisnis lain. Usaha bimbingan belajar pun, ia lirik. Awalnya tak mudah, malah penawaran proposal bimbingan belajar ke sejumlah sekolah menengah pertama (SMP) ditolak pihak sekolah.

Hadist tetap yakin dengan prospek bisnis bimbingan belajar ini. Selepas lulus kuliah tahun 2008, ia pun menekuni bisnis barunya ini dengan bendera Bimbingan Belajar Bintang Solusi Mandiri. Kegigihan Hadist pun terbayar. Usahanya maju pesat dan kini sudah memiliki 44 cabang di sejumlah daerah. Total omzet cabangnya mencapai Rp 6 miliar per tahun.

Motivasi Hadist mendirikan bimbingan belajar tak semata untuk meraih keuntungan bisnis semata. Ada motivasi lain yang mendorong Hadist mengembangkan usahanya itu, yakni keprihatinan terhadap dunia pendidikan Indonesia yang berbiaya mahal.

Hadist ingin mengubah citra itu. Maka itu, Hadist menawarkan bimbingan belajar dengan biaya terjangkau bagi kalangan bawah. Ia hanya pun hanya mematok tarif bimbingan belajar sebesar Rp 600.000 per semester atau Rp 100.000 per bulan.

Hadist juga mempersilakan siswanya ikut bimbingan kapan saja, meski bukan jadwal les. Sebisa mungkin Hadist ingin dapat memberikan manfaat yang seluas-luasnya bagi siswa. Hadist juga memiliki program bimbingan gratis bagi anak yatim yang berprestasi.

Program ini wajib dijalankan di semua cabang Bintang Solusi Mandiri, baik cabang milik Hadist sendiri maupun milik mitranya. Kata Hadist, program ini memberikan pengajaran gratis bagi minimal 10 siswa selama setahun.

Menurut Hadist, program ini bagian dari sedekah Bintang Solusi Mandiri. Dengan cara tersebut, setidaknya setiap cabang telah bersedekah sekitar Rp 12 juta per tahun. Ilmu yang diberikan juga bermanfaat bagi siswa tersebut.

Kini, Bintang Solusi Mandiri sudah memiliki sekitar 5.000 siswa. Hanya dalam tiga tahun, usaha Hadist ini berkembang pesat. Resepnya, Hadist begitu cerdas membuat konsep bimbingan belajar dengan metode fantastic learning. Metode ini menarik minat orang tua memasukkan anaknya ke bimbingan belajar ini. Apalagi, biayanya juga terjangkau.

Metode fantastic learning ini dirancang agar siswa bukan sekadar cerdas intelektual tapi juga cerdas emosional dan spiritual. Ia mencoba mengembangkan metode relaksasi dan perenungan dalam belajar, sehingga efektif mendorong motivasi belajar siswa.

Berkat metode ini pula, banyak orang yang berminat menjadi mitra bimbingan belajar ini. Biaya franchise fee yang dipatok Hadist tak memberatkan dan dipungut per tahun. Selain agar tidak memberatkan, cara ini ditempuh agar si mitra bisa mengevaluasi bisnisnya setiap tahun.

Source http://peluangusaha.kontan.co.id/ http://peluangusaha.kontan.co.id/news/muchadist-tak-hanya-mengejar-untung-3
Comments
Loading...